Pertanyaan:
Di akhir Ramadhan yang hanya tersisa satu atau dua hari ini, adakah nasehat yang bisa disampaikan kepada diri kita dan keluarga kita?
Jawaban:
Betapa bahagia dan beruntungnya seorang hamba yang Allah beri taufik dan semangat di penghujung bulan Ramadhan.
Betapa indah keadaan seorang hamba ketika Ramadhan hampir meninggalkannya, namun semangatnya tidak melemah—bahkan semakin membara. Karena ia sadar, dirinya sedang berada di hari-hari yang paling mulia.
Hamba yang diberi taufik akan terus bersungguh-sungguh, memperbanyak ibadah, serta menghidupkan malam-malam terakhir Ramadhan dengan ketaatan.
Ketika jiwanya bertanya: Mengapa harus lebih bersemangat di akhir Ramadhan? Maka jawabannya ada dalam beberapa perkara:
Pertama:
Karena inilah bimbingan dan sunnah Nabi Muhammad ﷺ Disebutkan dalam hadits dari Aisyah Ummul Mukminin radhiyallahu ‘anha:
كَانَ النَّبِيُّ ﷺ إِذَا دَخَلَ الْعَشْرُ الأَوَاخِرُ شَدَّ مِئْزَرَهُ، وَأَحْيَا لَيْلَهُ، وَأَيْقَظَ أَهْلَهُ
“Apabila Nabi ﷺ memasuki sepuluh hari terakhir Ramadhan, beliau mengencangkan sarungnya, menghidupkan malamnya, dan membangunkan keluarganya.” (HR. Al Bukhari dan Muslim)
Hadits yang mulia ini menunjukkan bahwa di akhir Ramadhan, Nabi ﷺ semakin meningkatkan ibadahnya, bukan mengendurkannya.
Kedua:
Karena bisa jadi malam yang kita cari—Lailatul Qadar—berada di akhir Ramadhan. Allah berfirman:
لَيْلَةُ الْقَدْرِ خَيْرٌ مِنْ أَلْفِ شَهْرٍ
“Lailatul Qadar itu lebih baik daripada seribu bulan.”(QS. Al-Qadr)
Malam-malam terakhir kini tinggal sedikit. Bisa jadi justru di malam-malam inilah Lailatul Qadar berada. Maka jangan sampai semangat kita padam.
Malam-malam yang telah berlalu, kita berharap Allah menerimanya. Namun kita tidak pernah tahu, apakah kita telah menjumpai Lailatul Qadar atau belum. Karena itulah, Nabi ﷺ bersabda:
تَحَرَّوْا لَيْلَةَ الْقَدْرِ فِي الْعَشْرِ الأَوَاخِرِ
“Carilah Lailatul Qadar pada sepuluh malam terakhir.” (HR. al-Bukhari)
Bahkan Nabi ﷺ pernah diberi tahu waktunya, kemudian dilupakan, agar umat ini bersungguh-sungguh di seluruh malam—bukan hanya satu malam saja.
Ketiga:
Karena amalan itu tergantung pada penutupnya
Rasulullah ﷺ bersabda:
إِنَّمَا الأَعْمَالُ بِالْخَوَاتِيمِ
“Sesungguhnya amalan itu tergantung pada penutupnya.” (HR. al-Bukhari)
Betapa banyak orang yang: awal Ramadhannya biasa saja, namun akhirnya dipenuhi taubat dan kesungguhan,lalu Allah tutup dengan kebaikan.
Sebaliknya, ada yang semangat di awal, namun lalai di akhir—padahal di situlah puncak keberkahan.
Wahai saudaraku,
Kita tidak tahu: apakah ini Ramadhan terakhir kita,
apakah kita akan bertemu Ramadhan berikutnya,
atau apakah malam ini adalah Lailatul Qadar.
Maka jangan sia-siakan detik-detik terakhir yang sangat berharga ini. Hidupkan akhir Ramadhan dengan: qiyamullail, dzikir dan doa, tilawah Al-Qur’an, istighfar dan taubat
Semoga Allah menjadikan kita termasuk orang-orang yang: dibebaskan dari api neraka, diterima seluruh amalannya, mendapatkan Lailatul Qadar, dan diampuni dosa-dosanya, Serta keluar dari Ramadhan dalam keadaan lebih baik dari sebelumnya.
اللهم بلغنا ليلة القدر واجعلنا فيها من المقبولين







