Pertanyaan:
Ustadz, saya sudah lanjut usia. Bacaan Al-Qur’an saya tidak lagi fasih dan sering terbata-bata. Tenaga jasmani sangat terbatas, dan harta pun tidak memungkinkan untuk banyak bersedekah. Mohon nasihat: apa yang bisa saya amalkan di bulan Ramadhan agar dapat berlomba dengan para pemuda yang kuat, mahir membaca Al-Qur’an, dan dengan orang-orang kaya yang ahli sedekah?
Maturnuwun, jazakumullāhu khairan.
Jawaban:
Semoga Allah memberkahi umur Anda, menerima amal-amal kita semua, serta menutup hidup kita dengan husnul khātimah.
Ketahuilah—semoga Allah merahmati Anda—bahwa Allah tidak menilai amal dari besar-kecilnya menurut pandangan manusia, tetapi dari keikhlasan niat dan besarnya harapan hati kepada-Nya, dan juga ketulusan dalam mengikiti sunnah Rasulullah shallallagu’alaihi wasallam.
Allah Ta‘ālā Maha Mengetahui keterbatasan hamba-Nya, dan Dia Maha Adil dalam menilai amal. Amal yang kecil di mata manusia bisa menjadi besar di sisi Allah karena kejujuran niat dan ketulusan hati.
Rasulullah ﷺ bersabda:
إِنَّمَا الْأَعْمَالُ بِالنِّيَّاتِ، وَإِنَّمَا لِكُلِّ امْرِئٍ مَا نَوَى
“Sesungguhnya amal-amal itu tergantung pada niatnya, dan setiap orang akan mendapatkan sesuai dengan apa yang ia niatkan.”
(HR. al-Bukhārī dan Muslim)
Dalam riwayat disebutkan bahwa sedekah para sahabat yang hanya satu mud atau setengah mud tidak dapat ditandingi oleh sedekah orang-orang setelah mereka, meskipun emas sebesar Gunung Uhud. Hal ini menunjukkan bahwa nilai amalan terletak pada keikhlasan dan kejujuran niat, bukan semata pada jumlah dan bentuk lahiriah.
Bisa jadi seseorang yang:
tubuhnya lemah,
bacaannya terbata-bata,
sedekahnya sedikit karena keterbatasan harta,
namun jujur niatnya dalam beribadah di bulan Ramadhan dan besar harapannya kepada Allah, derajatnya di sisi Allah lebih tinggi daripada pemuda yang kuat tetapi lalai dalam menjaga niat dan menghadirkan hati.
Allah Ta‘ālā berfirman:
لَيْسَ عَلَى الضُّعَفَاءِ وَلَا عَلَى الْمَرْضَىٰ وَلَا عَلَى الَّذِينَ لَا يَجِدُونَ مَا يُنفِقُونَ حَرَجٌ إِذَا نَصَحُوا لِلَّهِ وَرَسُولِهِ ۚ مَا عَلَى الْمُحْسِنِينَ مِن سَبِيلٍ ۗ وَاللَّهُ غَفُورٌ رَّحِيمٌ
“Tidak ada dosa atas orang-orang yang lemah, orang-orang yang sakit, dan orang-orang yang tidak mendapatkan apa yang akan mereka infakkan, apabila mereka ikhlas kepada Allah dan Rasul-Nya. Tidak ada jalan untuk menyalahkan orang-orang yang berbuat baik. Dan Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.” (QS. at-Taubah: 91)
Ayat ini menunjukkan bahwa kejujuran hati dan ketulusan niat dapat menggantikan keterbatasan jasad dan kemampuan.
Dzikir: Ibadah Ringan, Pahala Besar
Ada satu jenis ibadah yang sangat sesuai bagi orang tua, lemah jasad, dan terbatas kemampuan, namun pahalanya besar dan dapat dilakukan sepanjang waktu. Ibadah itu adalah dzikir kepada Allah.
Dzikir tidak membutuhkan tenaga, tidak membutuhkan harta, dan bisa dilakukan:
sambil duduk,
sambil berbaring,
bahkan menjelang tidur.
Allah Ta‘ālā berfirman:
يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اذْكُرُوا اللَّهَ ذِكْرًا كَثِيرًا
“Wahai orang-orang yang beriman, berdzikirlah kepada Allah dengan dzikir yang banyak.”
Rasulullah ﷺ bersabda:
أَلَا أُنَبِّئُكُمْ بِخَيْرِ أَعْمَالِكُمْ، وَأَزْكَاهَا عِنْدَ مَلِيكِكُمْ، وَأَرْفَعِهَا فِي دَرَجَاتِكُمْ؟
Para sahabat menjawab, “Tentu, wahai Rasulullah.”
Beliau bersabda:
ذِكْرُ اللَّهِ تَعَالَى
“Mengingat (berdzikir kepada) Allah Ta‘ālā.”
(HR. at-Tirmiżī, hasan)
Rasulullah ﷺ juga bersabda:
لَأَنْ أَقُولَ: سُبْحَانَ اللَّهِ، وَالْحَمْدُ لِلَّهِ، وَلَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ، وَاللَّهُ أَكْبَرُ، أَحَبُّ إِلَيَّ مِمَّا طَلَعَتْ عَلَيْهِ الشَّمْسُ
“Sungguh aku mengucapkan: Subhānallāh, alhamdulillāh, lā ilāha illallāh, wallāhu akbar, lebih aku cintai daripada dunia dan seluruh isinya.” (HR. Muslim)
Dan beliau ﷺ bersabda:
كَلِمَتَانِ خَفِيفَتَانِ عَلَى اللِّسَانِ، ثَقِيلَتَانِ فِي الْمِيزَانِ، حَبِيبَتَانِ إِلَى الرَّحْمَنِ: سُبْحَانَ اللَّهِ وَبِحَمْدِهِ، سُبْحَانَ اللَّهِ الْعَظِيمِ
“Dua kalimat yang ringan di lisan, berat di timbangan amal, dan dicintai oleh Ar-Rahman: Subhānallāhi wa bihamdih, Subhānallāhil ‘azhīm.” (HR. al-Bukhārī dan Muslim)
Jangan bersedih karena keterbatasan. Manfaatkan sisa umur dengan memperbaiki niat, memperbesar harapan kepada Allah, dan menghiasi lisan dengan dzikir serta istighfar.
Semoga Allah menjadikan Ramadhan ini sebagai Ramadhan terbaik bagi Anda, mengampuni dosa-dosa Anda, dan meninggikan derajat Anda di surga.
Āmīn yā Rabbal ‘ālamīn.







