• Home
  • Kirim Pertanyaan
  • Tentang
  • Website Islami
  • Live Streaming
Rabu, 11 Maret 2026
Problematika Umat
  • Home
  • Kategori
    • Aqidah
    • Manhaj
    • Fiqih
      • Shalat
      • Nikah
      • Thaharah
      • Puasa
      • Jual Beli
      • Puasa
      • Faroidh
    • Adab
    • Keluarga
      • Hak suami Istri
      • Pendidikan Anak
    • Dzikir dan Do’a
    • Fatwa – Fatwa
  • Kirim Pertanyaan
  • Tentang
  • Video Dakwah
  • Live Streaming
No Result
View All Result
  • Home
  • Kategori
    • Aqidah
    • Manhaj
    • Fiqih
      • Shalat
      • Nikah
      • Thaharah
      • Puasa
      • Jual Beli
      • Puasa
      • Faroidh
    • Adab
    • Keluarga
      • Hak suami Istri
      • Pendidikan Anak
    • Dzikir dan Do’a
    • Fatwa – Fatwa
  • Kirim Pertanyaan
  • Tentang
  • Video Dakwah
  • Live Streaming
No Result
View All Result
Problematika Umat
No Result
View All Result
Home Fiqih Haji

Kesulitan Mandi Ihram di Bandara

Abu Ismail Rijal by Abu Ismail Rijal
11 Maret 2026
in Haji
0
Kesulitan Mandi Ihram di Bandara
0
SHARES
0
VIEWS
Share WhatsappShare on TwitterShare on EmailShare Line

Pertanyaan:

Kami akan menunaikan umrah pada akhir Ramadhan dari Indonesia insyaallah dan langsung mendarat di Bandara King Abdulaziz International Airport, Jeddah, kemudian segera menuju Mekah untuk menunaikan umrah.Permasalahan yang kami hadapi adalah: di manakah kami sebaiknya mandi untuk ihram? Apakah cukup jika kami mandi ihram dari rumah sebelum berangkat ke bandara soetta? Ataukah kami harus mandi di bandara, sementara bandara tidak menyediakan fasilitas untuk mandi ihram terlebih jamaah umrah sangat banyak dan beragam usianya?

Jawaban:

Perlu diketahui bahwa mandi untuk ihram bukanlah kewajiban dalam umrah, apalagi rukun umrah. Rukun Umrah hanya tiga yaitu:

  1. Ihram,
  2. Thawaf dan
  3. Sa’i,

Adapun kewajibannya dua yaitu :

  1. Ihram dari Miqat dan
  2. Tahallul.

Ditambah dengan kewajiban menjauhkan diri dari Mahzhuratul Ihram (larangan-larangan ihram) selama umrah.

Intinya, mandi untuk ihram adalah salah satu sunnah dari sunnah-sunnah ihram. Bukan kewajiban pukan pula rukun umrah.

Pada asalnya, mandi ihram dapat dilakukan di miqat, seperti di Dzul Hulaifah, yang saat ini telah dilengkapi dengan berbagai fasilitas dalam jumlah yang sangat memadai.

Bagi jamaah yang melakukan perjalanan umrah melalui jalur udara dan tidak singgah di Miqat, seperti kasus yang ditanyakan, Ihram akan dilakukan di dalam pesawat sesaat menjelang melewati miqat. Tentu saja mandi ihram tidak mungkin dikerjakan di dalam pesawat. Oleh karena itu, mandi ihram dapat dilakukan sejak dari rumah sebelum berangkat menuju bandara dan hal tersebut sudah mencukupi insyaAllah.

Tidak disyaratkan pula mandi ihram dilakukan di bandara sesaat sebelum naik pesawat, karena kondisi bandara juga tidak dilengkapi fasilitas untuk mandi ihram.

Syaikh Abd al-Aziz ibn Baz pernah ditanya tentang hal yang serupa:

لقد نوت العمرة واغتسلت من مدينة الزلفي، تقول: فلما وصلت الميقات- السيل الكبير- أنا وأهلي أردت أن أغتسل مرةً ثانية، فلما وضعت الصابون على جسمي وفتحت الماء فإذا هو بارد وخشيت على نفسي؛ فتركت الاغتسال ومسحت الصابون الذي على جسمي بالفوطة، ثم أديت العمرة، هل عمرتي صحيحة؟

“Saya telah berniat untuk menunaikan umrah dan telah mandi dari kota Az Zulfi. Ketika sampai di miqat As Sail Al Kabir (Qornul Manazil -pent) bersama keluarga, saya ingin mandi lagi. Namun ketika saya telah memakai sabun dan membuka air, ternyata airnya sangat dingin sehingga saya khawatir terhadap diri saya. Akhirnya saya membatalkan mandi tersebut dan hanya mengusap sabun yang ada di tubuh saya dengan handuk.Setelah itu saya tetap menunaikan umrah. Apakah umrah saya sah?”

Jawaban beliau:

نعم، الغسل ما هو بواجب مستحب والغسل في البيت كاف، الغسل في البيت كاف والحمد لله، والغسل ما هو بواجب ليس بواجب، ولكنه مستحب في الحج والعمرة قبل الإحرام، إذا تيسر ذلك وليس بلازم، الحمد لله.

“Ya, mandi (untuk ihram) tidaklah wajib, melainkan sunnah.Mandi di rumah sudah cukup, alhamdulillah.Mandi sebelum ihram bukan kewajiban, namun disunnahkan dalam haji dan umrah sebelum ihram jika hal itu memungkinkan. Jika tidak memungkinkan, maka tidak mengapa. Alhamdulillah.”

berikut link fatwa Syeikh: Baca disini

Previous Post

Nama Allah Ad-Dayyan

Related Posts

Hendak Umrah Namun Datang Bulan, Harus Bagaimana?
Haji

Hendak Umrah Namun Datang Bulan, Harus Bagaimana?

10 Maret 2026
Tata Cara Ringkas Ibadah Haji Sejak 8 Dzulhijjah
Haji

Tata Cara Ringkas Ibadah Haji Sejak 8 Dzulhijjah

01 Maret 2026
Ihram di Pesawat
Haji

Ihram di Pesawat

25 Februari 2026
Menghajikan Orang Tua Yang Masih Hidup
Haji

Menghajikan Orang Tua Yang Masih Hidup

11 Januari 2024
Seekor Onta Hadyu Untuk Berlima
Haji

Seekor Onta Hadyu Untuk Berlima

06 Januari 2024
Naik Pegunungan Muzdalifah Saat Mabit?
Haji

Naik Pegunungan Muzdalifah Saat Mabit?

11 Mei 2023

Pos-pos Terbaru

  • Kesulitan Mandi Ihram di Bandara
  • Nama Allah Ad-Dayyan
  • Hendak Umrah Namun Datang Bulan, Harus Bagaimana?
  • Tidak Boleh Bersiwak di Hadapan Orang Banyak?
  • Upaya Meraih Keutamaan Lailatul Qadar

Artikel Populer

  • Obat Virus Corona

    Obat Virus Corona

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Menyingkap Rahasia Manakib Syeikh Abdul Qodir Jaelani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Mengubur Janin Berusia 2 Bulan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Berita Walisongo Dalam Timbangan Ahlul Hadits

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Masa Iddah Wanita Ditinggal Mati Suami

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Home
  • Kirim Pertanyaan
  • Tentang
  • Website Islami
  • Live Streaming

© 2019 Problematika Umat.

No Result
View All Result
  • Home
  • Kategori
    • Aqidah
    • Manhaj
    • Fiqih
      • Shalat
      • Nikah
      • Thaharah
      • Puasa
      • Jual Beli
      • Puasa
      • Faroidh
    • Adab
    • Keluarga
      • Hak suami Istri
      • Pendidikan Anak
    • Dzikir dan Do’a
    • Fatwa – Fatwa
  • Kirim Pertanyaan
  • Tentang
  • Video Dakwah
  • Live Streaming

© 2019 Problematika Umat.