Pertanyaan:
Apa yang seharusnya dilakukan dalam upaya meraih keutamaan Lailatul Qadar?
Jawaban:
Lailatul Qadar adalah malam yang paling mulia dalam setahun. Kemuliaan malam ini disebutkan dalam firman Allah Ta’ala:
لَيْلَةُ الْقَدْرِ خَيْرٌ مِّنْ أَلْفِ شَهْرٍ
“Lailatul Qadar lebih baik daripada seribu bulan.”(QS. Al-Qadr: 3)
Artinya, amalan shalih yang dilakukan pada malam itu lebih baik daripada amalan selama seribu bulan, yaitu sekitar 83 tahun.
Kapankah Lailatul Qadar?
Hadits-hadits shahih menunjukkan bahwa Lailatul Qadar berada pada sepuluh malam terakhir di setiap bulan Ramadhan, sebagaimana sabda Nabi ﷺ:
تَحَرَّوْا لَيْلَةَ الْقَدْرِ فِي العَشْرِ الأَوَاخِرِ مِنْ رَمَضَانَ
“Carilah Lailatul Qadar pada sepuluh malam terakhir bulan Ramadhan.” (HR. Bukhari no. 2020 dan Muslim no. 1169)
Karena itu, upaya untuk meraih keutamaannya adalah dengan menghidupkan malam-malam pada sepuluh hari terakhir Ramadhan dengan berbagai amalan shalih. Inilah yang dicontohkan oleh Rasulullah ﷺ sebagaimana disebutkan dalam hadits Aisyah radhiyallahu ‘anha:
كَانَ النَّبِيُّ ﷺ إِذَا دَخَلَ الْعَشْرُ شَدَّ مِئْزَرَهُ وَأَحْيَا لَيْلَهُ وَأَيْقَظَ أَهْلَهُ
“Apabila telah masuk sepuluh malam terakhir Ramadhan, Rasulullah ﷺ mengencangkan sarungnya, menghidupkan malamnya, dan membangunkan keluarganya.” (HR. Bukhari no. 2024 dan Muslim no. 1174)
Berikut ini beberapa upaya untuk meraih keutamaan Lailatul Qadar:
Pertama: Berdoa dan berharap kepada Allah dengan penuh kejujuran
Tempu sebab agar memiliki niat yang jujur dan tekad yang kuat untuk menghidupkan malam-malam terakhir Ramadhan. Kejujuran niat memiliki pengaruh besar dalam meraih berbagai keutamaan. Rasulullah ﷺ pernah bersabda:
مَنْ سَأَلَ اللَّهَ الشَّهَادَةَ بِصِدْقٍ بَلَّغَهُ اللَّهُ مَنَازِلَ الشُّهَدَاءِ وَإِنْ مَاتَ عَلَى فِرَاشِهِ
“Barang siapa memohon kepada Allah mati syahid dengan jujur, maka Allah akan menyampaikannya ke derajat para syuhada walaupun ia meninggal di atas tempat tidurnya.” (HR. Muslim no. 1909)
Apabila seseorang jujur kepada Allah dalam berdoa dan berharap mendapatkan Lailatul Qadar, pasti Allah memudahkannya meraih keutamaan malam qadar.
Disamping berdoa untuk kebaikan sendiri, doakan pula saudara-saudara anda agar mendapatkan malam yang mulia ini, karena doa untuk orang lain termasuk sebab dikabulkannya doa. Rasulullah ﷺ bersabda:
دَعْوَةُ الْمُسْلِمِ لِأَخِيهِ بِظَهْرِ الْغَيْبِ مُسْتَجَابَةٌ، عِنْدَ رَأْسِهِ مَلَكٌ مُوَكَّلٌ، كُلَّمَا دَعَا لِأَخِيهِ بِخَيْرٍ قَالَ الْمَلَكُ الْمُوَكَّلُ بِهِ: آمِينَ وَلَكَ بِمِثْلٍ
“Doa seorang muslim untuk saudaranya tanpa sepengetahuannya adalah doa yang mustajab. Di dekat kepalanya ada malaikat yang ditugaskan. Setiap kali ia mendoakan kebaikan untuk saudaranya, malaikat tersebut berkata: Aamiin, dan bagimu juga seperti itu.” (HR. Muslim no. 2732)
Karena itu, berdoalah kepada Allah, misalnya:”Ya Allah, mudahkanlah diriku dan saudara-saudaraku untuk menghidupkan malam Lailatul Qadar dan meraih keutamaannya, Ya Allah mudahkanlah fulan.. dan fulan… .”
Kedua: Berupaya menghidupkan malam dengan ibadah
Hidupkan malam-malam terakhir bulan Ramadhan baik seluruhnya atau sebagian besarnya -sejak Maghrib hingga Subuh- dengan berbagai ibadah.
Yang paling utama dari ibadah adalah menunaikan apa yang Allah wajibkan dengan sebaik-baiknya. Di antara kewajiban tersebut adalah:
- Shalat Maghrib
- Shalat Isya
- Menunaikan kedua shalat itu secara berjamaah di masjid bagi kaum laki-laki
Ketiga: Memperbanyak amalan-amalan sunnah
Pintu-pintu kebaikan berupa amalan sunnah sangat banyak. Di antaranya adalah: Shalat tarawih atau qiyamullail, baik dilakukan sendiri maupun berjamaah di masjid.
Dalam hadits shahih disebutkan bahwa shalat bersama imam hingga selesai akan dicatat seperti shalat semalam penuh. Rasulullah ﷺ bersabda:
مَنْ قَامَ مَعَ الإِمَامِ حَتَّى يَنْصَرِفَ كُتِبَ لَهُ قِيَامُ لَيْلَةٍ
“Barang siapa shalat bersama imam sampai selesai, maka dicatat baginya pahala seperti shalat semalam penuh.” (HR. Tirmidzi no. 806, dishahihkan oleh Al-Albani)
Di antara amalan yang dicontohkan Nabi ﷺ di bulan Ramadhan, adalah memperbanyak membaca Al-Qur’an.
Malaikat Jibril ‘alaihis salam mendatangi beliau setiap malam di bulan Ramadhan untuk murajaah Al-Qur’an. Ibnu Abbas radhiyallahu ‘anhuma berkata:
كَانَ جِبْرِيلُ يَلْقَى النَّبِيَّ ﷺ كُلَّ لَيْلَةٍ مِنْ رَمَضَانَ فَيُدَارِسُهُ الْقُرْآنَ
“Jibril menemui Nabi ﷺ setiap malam di bulan Ramadhan lalu mereka saling membaca Al-Qur’an.” (HR. Bukhari no. 3220)
Selain itu, masih banyak amalan lain yang dapat dilakukan seperti: berdzikir, beristighfar, bershalawat kepada Nabi ﷺ, bersedekah, memberi ifthar (buka puasa), i’tikaf di masjid dan berbagai amalan shalih lainnya yang dicontohkan oleh Rasulullah ﷺ.
Keempat: Memperbanyak doa memohon ampunan
Lailatul Qadar adalah malam yang sangat dianjurkan untuk memperbanyak doa.Aisyah radhiyallahu ‘anha pernah bertanya kepada Nabi ﷺ:
يَا رَسُولَ اللَّهِ، أَرَأَيْتَ إِنْ عَلِمْتُ أَيُّ لَيْلَةٍ لَيْلَةُ الْقَدْرِ مَا أَقُولُ فِيهَا؟
“Wahai Rasulullah, jika aku mengetahui malam Lailatul Qadar, apa yang sebaiknya aku baca?”Beliau menjawab:
اللَّهُمَّ إِنَّكَ عَفُوٌّ تُحِبُّ الْعَفْوَ فَاعْفُ عَنِّي
“Allahumma innaka ‘afuwwun tuhibbul ‘afwa fa’fu ‘anni.”
“Ya Allah, Engkau adalah Dzat Yang Maha Pemaaf dan mencintai pemaafan, maka maafkanlah aku.“(HR. Tirmidzi no. 3513, Ibnu Majah no. 3850, dishahihkan oleh Al-Albani)
Marilah kita memohon kepada Allah agar diberikan taufiq untuk bersungguh-sungguh menghidupkan sepuluh malam terakhir Ramadhan, sebagaimana yang dicontohkan oleh Rasulullah ﷺ.Semoga Allah memudahkan kita untuk mendapatkan Lailatul Qadar, meraih pahala yang besar di dalamnya, serta memperoleh ampunan dari-Nya, sebagaimana disebutkan dalam sabda Rasulullah ﷺ:
مَنْ قَامَ لَيْلَةَ الْقَدْرِ إِيمَانًا وَاحْتِسَابًا غُفِرَ لَهُ مَا تَقَدَّمَ مِنْ ذَنْبِهِ
“Barang siapa menghidupkan malam Lailatul Qadar dengan iman dan mengharap pahala, maka diampuni dosa-dosanya yang telah lalu.” (HR. Bukhari no. 1901 dan Muslim no. 760)
Baca:







