Pertanyaan:
Mohon pencerahannya. Ketika saya menunaikan haji beberapa waktu lalu, saya diajak untuk bergabung menyembelih seekor onta hadyu untuk berlima. Kami semua melaksanakan haji tamattu’. Apakah memang dibolehkan berserikat satu onta untuk berlima dalam hadyu?
Jawaban:
Bagi jamaah yang melaksanakan haji tamattu’ atau haji qirān, masing-masing wajib menyembelih hadyu, yaitu hewan sembelihan yang dilakukan pada hari Nahr (10 Dzulhijjah) atau pada hari-hari tasyrik. Kewajiban hadyu ini merupakan bentuk syukur kepada Allah Ta‘ala karena dimudahkan untuk menggabungkan ibadah umrah dan haji dalam satu perjalanan.
Bentuk Hadyu yang Dibolehkan
Hadyu boleh berupa:Satu ekor kambing untuk satu orang, atau seekor sapi atau onta yang boleh diserikatkan hingga tujuh orang.
Dengan demikian, berserikat satu ekor onta untuk berlima adalah boleh dan sah, karena jumlah tersebut tidak melebihi batas maksimal tujuh orang.
Dalil dari As-Sunnah adalah hadits Jabir bin ‘Abdillah radhiyallahu ‘anhu, ia berkata
:نَحَرْنَا مَعَ رَسُولِ اللَّهِ ﷺالْبَدَنَةَ عَنْ سَبْعَةٍ، وَالْبَقَرَةَ عَنْ سَبْعَةٍ
“Kami menyembelih unta bersama Rasulullah ﷺ untuk tujuh orang, dan sapi juga untuk tujuh orang.” (HR. Muslim no. 1318)
Hadits ini menjadi dalil jelas bahwa seekor onta atau sapi boleh untuk tujuh orang, dan secara otomatis boleh pula untuk jumlah yang lebih sedikit, seperti lima atau enam orang.
Teladan Rasulullah ﷺ Dalam haji Wada’,
Rasulullah ﷺ menyembelih 100 ekor onta sebagai hadyu. Diriwayatkan bahwa:63 ekor disembelih langsung oleh beliau ﷺ37 ekor sisanya disempurnakan oleh Ali bin Abi Thalib radhiyallahu ‘anhu (HR. Muslim)
Hal ini menunjukkan luasnya kebolehan dalam hadyu, baik berserikat maupun menyembelih secara mandiri.
Jika Tidak Mampu Menyembelih Hadyu
Apabila seseorang tidak mampu menyembelih hadyu, maka diganti dengan puasa 10 hari:3 hari dikerjakan di masa haji7 hari dikerjakan setelah kembali ke negeri asalHal ini berdasarkan firman Allah Ta‘ala:
﴿فَمَن تَمَتَّعَ بِالْعُمْرَةِ إِلَى الْحَجِّ فَمَا اسْتَيْسَرَ مِنَ الْهَدْيِ ۖ فَمَن لَّمْ يَجِدْ فَصِيَامُ ثَلَاثَةِ أَيَّامٍ فِي الْحَجِّ وَسَبْعَةٍ إِذَا رَجَعْتُمْ
“Maka barang siapa yang mengerjakan umrah sebelum haji (tamattu’), wajib baginya menyembelih hadyu yang mudah didapat. Namun jika tidak mendapatkannya, maka wajib berpuasa tiga hari dalam masa haji dan tujuh hari ketika telah kembali.”(QS. Al-Baqarah: 196)
Kesimpulannya, boleh dan sah berserikat seekor onta untuk berlima dalam hadyu karena batas maksimal serikat adalah tujuh orang
Jika seorang tidak mampu untuk menyembelih jadyu maka diganti puasa 10 hari sesuai nash Al-Qur’an, Semoga Allah Ta‘ala menerima amal ibadah haji kita semua dan memberikan pemahaman yang benar dalam agama.
والله أعلم بالصواب








