Pertanyaan:
Saya orang yang kuat. Dengan berbuka (ifthar) saja saya sudah mampu melanjutkan puasa keesokan harinya. Bolehkah saya tidak sahur karena merasa kuat, sekaligus untuk membantu program diet yang sedang saya jalani?
Jawaban:
Sahur hukumnya sunnah, bukan wajib. Para ulama telah menukil ijma’ (kesepakatan) dalam hal ini. Artinya, jika seseorang tidak sahur, puasanya tetap sah selama syarat dan rukunnya terpenuhi.
Namun perlu dipahami, ketika suatu amalan disebut sunnah (mustahab), bukan berarti boleh diremehkan. Seorang muslim semestinya mengagungkan setiap ajaran yang datang dari Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam.
Walaupun Anda merasa kuat, tetaplah berusaha untuk sahur, meskipun hanya dengan seteguk air. Itu sudah termasuk menghidupkan sunnah. Mengagungkan sunnah adalah tanda kecintaan kepada Nabi dan bukti ketundukan kepada syariat.
Sekuat apa pun kita, tentu kita tidak lebih kuat dari Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam dan para sahabatnya. Namun beliau dan para sahabat tetap bersemangat melaksanakan sahur.
Dalam hadits yang diriwayatkan oleh Anas bin Malik radhiyallahu ‘anhu, dan dikeluarkan oleh Muhammad bin Ismail al-Bukhari dan Muslim ibn al-Hajjaj, Rasulullah Shallallhohu’alaihi wasallam bersabda:
تَسَحَّروا؛ فإنَّ في السَّحورِ بَرَكةً
“Bersahurlah kalian, karena sesungguhnya pada sahur itu terdapat keberkahan.”
Keberkahan sahur sangat luas, mencakup manfaat dunia dan akhirat. Di antaranya:
Mengikuti sunnah Rasulullah ﷺ.
1. Menyelisihi Ahlul Kitab yang berpuasa tanpa sahur.
2. Mendapat keberkahan waktu sepertiga malam terakhir, waktu yang mustajab untuk berdoa dan beristighfar.
3. Membantu menghadirkan niat puasa sebelum fajar shodiq
4. Menguatkan tubuh agar lebih optimal dalam beribadah.
5. Menjadi momen kebersamaan keluarga yang menghangatkan suasana rumah dan menumbuhka keharmonisan.
6. Membuka peluang bersedekah, seperti menyiapkan makanan untuk keluarga atau orang lain.
Adapun niat diet, pada dasarnya puasa itu sendiri sudah merupakan sarana pengendalian diri dan pola makan. Jika ingin tetap menjalankan program diet, sahur bisa dilakukan dengan menu yang ringan dan sehat, tanpa berlebihan.
Intinya, jangan meninggalkan sahur hanya karena merasa kuat. Justru di situlah letak ujian keikhlasan dan kecintaan kita kepada sunnah. Walau sedikit, walau sederhana, sahur tetap lebih utama daripada meninggalkannya.
Semoga Allah memudahkan kita untuk selalu mencintai dan mengagungkan sunnah Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam. Aamiin.








