• Home
  • Kirim Pertanyaan
  • Tentang
  • Website Islami
  • Live Streaming
Selasa, 17 Februari 2026
Problematika Umat
  • Home
  • Kategori
    • Aqidah
    • Manhaj
    • Fiqih
      • Shalat
      • Nikah
      • Thaharah
      • Puasa
      • Jual Beli
      • Puasa
      • Faroidh
    • Adab
    • Keluarga
      • Hak suami Istri
      • Pendidikan Anak
    • Dzikir dan Do’a
    • Fatwa – Fatwa
  • Kirim Pertanyaan
  • Tentang
  • Video Dakwah
  • Live Streaming
No Result
View All Result
  • Home
  • Kategori
    • Aqidah
    • Manhaj
    • Fiqih
      • Shalat
      • Nikah
      • Thaharah
      • Puasa
      • Jual Beli
      • Puasa
      • Faroidh
    • Adab
    • Keluarga
      • Hak suami Istri
      • Pendidikan Anak
    • Dzikir dan Do’a
    • Fatwa – Fatwa
  • Kirim Pertanyaan
  • Tentang
  • Video Dakwah
  • Live Streaming
No Result
View All Result
Problematika Umat
No Result
View All Result
Home Fiqih

CATATAN KECIL TENTANG ITIKAF (1)

Abu Ismail Rijal by Abu Ismail Rijal
11 April 2023
in Fiqih, Puasa
0
CATATAN KECIL TENTANG ITIKAF (1)
0
SHARES
0
VIEWS
Share WhatsappShare on TwitterShare on EmailShare Line

Apa Itu Itikaf?

I’tikaf adalah berdiam (menetapi/tinggal) di masjid untuk mendekatkan diri kepada Allah ta’ala dengan beribadah kepada-Nya.

Dalil Disyareatkannya I’tikaf

Dalil disyareatkannya I’tikaf adalah Al Quran, As-Sunnah Ash-Shahihah dan Ijma’.

Allah Ta’ala berfirman:

وَلاَ تُبَاشِرُوهُنَّ وَأَنتُمْ عَاكِفُونَ فِي الْمَسَاجِدِ

“Dan janganlah kalian mengumpuli mereka (istri-istri kalian), sementara kalian sedang beri’tikaf di masjid-masjid. (QS. Al Baqarah:187)

Adapun Sunnah, banyak hadits-hadits shahih mengkhabarkan i’tikaf Rasulullah ﷺ. Berikut ini beberapa hadits tersebut:

a. Abu Hurairah berkata:

كان رسول الله ﷺ يعتكف في كل رمضان عشرة أيام فلما كان العام الذي قبض منه اعتكف عشرين يوما

Adalah Rasulullah ﷺ, beliau beri’tikaf setiap bulan Ramadhon selama sepuluh hari, dan pada tahun wafatnya, beliau beri’tikaf dua puluh hari. (HR. Al Bukhari no. 2044)

b. Dari Aisyah, Ummul Mukminin:

أن النبي ﷺ كان يعتكف العشر الأواخر من رمضان حتى توفاه الله عز وجل

Sesungguhnya Nabi ﷺ senantiasa beri’tikaf di sepuluh hari terakhir bulan Ramadhan hingga Allah wafatkan beliau. (HR. Al Bukhari no. 2026, Muslim 1172)

Apa Hukum I’tikaf ?

Rasulullah shallallahu alaihi wasallam beritikaf hingga wafat

Para ulama bersepakat bahwa i’tikaf hukumnya sunnah.

I’tikaf menjadi wajb apabila seorang bernadzar. Ketika seorang telah bernadzar i’tikaf untuk Allah maka wajib atasnya menunaikan nadzarnya.

Al-Imam Al Bukhari, meriwayatkan, suatu hari Shahabat Umar bin Khathtab berkata kepada Rasulullah ﷺ:

يا رسول الله إني قد نذرت في الجاهلية أن اعتكف ليلة في المسجد الحرام

Wahai Rasulullah, dahulu di masa jahiliyyah saya telah bernadzar untuk itikaf semalam di masjidil haram? Maka Nabi ﷺ bersabda: “Tunaikanlah Nadzarmu.”

Hikmah I’tikaf

Diantara hikmah adalah menghidupkan malam qadar

I’tikaf memiliki banyak hikmah diantaranya adalah tafarrugh (memfokuskan dan mengkhususkan) waktu dan perhatian untuk bertaqarrub kepada Allah dengan memutuskan hubungan-hubungan duniawi dengan makhluq.

Hikmah secara khusus di bulan ramadhan adalah berusaha semaksimal mungkin untuk menghidupkan malam qadar dengan berbagai macam ibadah, karena kemuliaan malam qadar dan besarnya pahala.

Batasan Waktu Minimal Untuk I’tikaf

Boleh i’tikaf hanya satu malam atau lebih sedikit dari itu

Dalam masalah ini sesungguhnya ada perbedaan pendapat di kalangan fuqoha’. Namun yang kita lihat rajih adalah apa yang difatwakan syeikh Abdul Aziz bin Baz rahimahullah. Beliau ditanya tentang batas waktu minimal untuk i’tikaf. Beliau menjawab dengan nas sebagai berikut:

ما في حد محدود، الاعتكاف يومًا أو نصف يوم أو ساعة أو ساعتين، إذا نوى بجلوسه التعبد والقراءة ونحوها في المسجد فهذا نوع اعتكاف، ولو ساعة أو ساعتين، ما في حد محدود.

Tidak ada batasan yang ditetapkan, boleh i’tikaf sehari, setengah hari, satu jam atau dua jam, selama dia meniatkan duduknya untuk beribadah kepada Allah, membaca Al Quran dan semisalnya dimasjid, ini bagian dari i’tikaf meskipun satu jam, dua jam, tidak ada batasan yang ditetapkan.

Masjid Yang Digunakan Untuk I’tikaf

Tidak diharuskan tiga masjid, masjidil harom, masjid nabawi, masjidil aqsho

Seafdhol-afdhol masjid untuk seorang melakukan i’tikaf adalah tiga masjid, Masjidil Haram, Masjid Nabawi dan Masjidil Aqsho.

Melakukan safar menuju masjid dengan niat ta’abbud hanya diperbolehkan menuju tiga masjid ini. Adapun selain dari tiga masjid tersebut, tidak boleh melakukan syaddur rihal (safar). Berdasarkan hadits Abu Sa’id al Khudri radhiyallahu ‘anhu, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

لا تشد الرحال إلا إلى ثلاثة مساجد مسجد الحرام ومسجد الأقصى ومسجدي

“Janganlah mengadakan perjalanan (rihal/safar), kecuali ke salah satu dari tiga masjid: Masjidil Haram, masjid Al Aqsha, dan masjidku (Masjid Nabawi).” (HR. Bukhari no. 1197)

Diperbolehkan juga itikaf di masjid-masjid yang digunakan untuk menunaikan shalat jamaah lima waktu, selama tidak ada safar untuk menuju masjid-masjid tersebut sebagaimana hadits di atas.

Apakah disyaratkan I’tikaf dilakukan di Masjid Jami’ yang ditegakkan shalat Jum’at?

Tidak disyaratkan masjid untuk i’tikaf adalah masjid Jami’ yang ditegakkan padanya shalat jumat. Pendapat inilah yang dipilih syeikh Abdul Aziz bin Baz rahimahullah. (bersambung insyaallah)

Banyumas, 20 Ramadhan 1444 H, Abu Ismail Muhammad Rijal.

Tags: amalan i'tikafi'tikaf satu jamitikaf semaamwaktu i'tikaf
Previous Post

Mengulang Bacaan Surat Al Ikhlas

Next Post

CATATAN KECIL TENTANG I'TIKAF (2)

Related Posts

KAFAN MAYYIT WARNA HIJAU?
Janaiz

KAFAN MAYYIT WARNA HIJAU?

16 Februari 2026
SETAN DIBELENGGU DI BULAN RAMADHAN, KENAPA KEJAHATAN MASIH ADA?
Puasa

SETAN DIBELENGGU DI BULAN RAMADHAN, KENAPA KEJAHATAN MASIH ADA?

15 Februari 2026
SIAPAKAH SAUDARI YANG TERMASUK MAHRAM?
Nikah

SIAPAKAH SAUDARI YANG TERMASUK MAHRAM?

14 Februari 2026
HUKUM SHALAT MALAM SETELAH WITIR TARAWIH
Shalat

HUKUM SHALAT MALAM SETELAH WITIR TARAWIH

12 Februari 2026
TATA CARA (KAIFIYAH) MEMANDIKAN DAN MENGAFANI JENAZAH
Fiqih

TATA CARA (KAIFIYAH) MEMANDIKAN DAN MENGAFANI JENAZAH

08 Februari 2026
Enggan Sahur Karena Kuat dan sedang Diet
Puasa

Enggan Sahur Karena Kuat dan sedang Diet

12 Maret 2024
Next Post
CATATAN KECIL TENTANG ITIKAF (1)

CATATAN KECIL TENTANG I'TIKAF (2)

Pos-pos Terbaru

  • KAFAN MAYYIT WARNA HIJAU?
  • SETAN DIBELENGGU DI BULAN RAMADHAN, KENAPA KEJAHATAN MASIH ADA?
  • SIAPAKAH SAUDARI YANG TERMASUK MAHRAM?
  • DOA BERLINDUNG DARI MUSIBAH YANG MELELAHKAN
  • HUKUM SHALAT MALAM SETELAH WITIR TARAWIH

Artikel Populer

  • Obat Virus Corona

    Obat Virus Corona

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Menyingkap Rahasia Manakib Syeikh Abdul Qodir Jaelani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Mengubur Janin Berusia 2 Bulan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Berita Walisongo Dalam Timbangan Ahlul Hadits

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Masa Iddah Wanita Ditinggal Mati Suami

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Home
  • Kirim Pertanyaan
  • Tentang
  • Website Islami
  • Live Streaming

© 2019 Problematika Umat.

No Result
View All Result
  • Home
  • Kategori
    • Aqidah
    • Manhaj
    • Fiqih
      • Shalat
      • Nikah
      • Thaharah
      • Puasa
      • Jual Beli
      • Puasa
      • Faroidh
    • Adab
    • Keluarga
      • Hak suami Istri
      • Pendidikan Anak
    • Dzikir dan Do’a
    • Fatwa – Fatwa
  • Kirim Pertanyaan
  • Tentang
  • Video Dakwah
  • Live Streaming

© 2019 Problematika Umat.