Pertanyaan:
Akhir-akhir ini banyak sekali musibah yang menimpa. Adakah doa yang diajarkan Rasulullah shallallāhu ‘alaihi wasallam untuk memohon perlindungan dari berbagai musibah tersebut?
Jawaban:
Musibah adalah sunnatullāh atas hamba-hamba-Nya. Setiap manusia pasti diuji dengan beragam bentuk cobaan, sesuai dengan kadar iman. Kita pun yakin bahwa setiap ujian pasti terkandung hikmah yang Allah kehendaki.Rasulullah shallallāhu ‘alaihi wasallam sendiri adalah manusia yang paling berat ujiannya. Namun beliau melewati seluruh ujian itu dengan penuh kesabaran, keridhaan, dan tawakal. Bersamaan dengan ujian tersebut, Allah senantiasa menurunkan pertolongan dan jalan keluar.Di antara doa yang sering dipanjatkan Rasulullah shallallāhu ‘alaihi wasallam, dan menjadi sebab kebaikan serta keberkahan dalam menghadapi berbagai ujian, adalah doa berikut:
اللَّهُمَّ إِنِّي أَعُوذُ بِكَ مِنْ جَهْدِ الْبَلَاءِ، وَدَرَكِ الشَّقَاءِ، وَسُوءِ الْقَضَاءِ، وَشَمَاتَةِ الْأَعْدَاءِ
Allāhumma innī a‘ūdzu bika min jahdil-balā’, wa darakisy-syaqā’, wa sū’il-qaḍā’, wa syamātatil-a‘dā’.
“Ya Allah, aku berlindung kepada-Mu dari beratnya cobaan, dari terjerumus dalam kesengsaraan, dari ketetapan yang buruk, dan dari kegembiraan musuh-musuh.”
Dalam doa yang agung ini, Rasulullah shallallāhu ‘alaihi wasallam memohon perlindungan kepada Allah dari empat perkara:
Pertama: Jahdil balā’
Yaitu cobaan yang sangat berat, melelahkan, dan melemahkan, baik secara fisik maupun mental.
Kedua: Darakisy-syaqā’
Yakni kesengsaraan yang terus-menerus dan kebinasaan dalam kehidupan.
Ketiga: Sū’il-qaḍā’
Ketetapan Allah yang berujung pada keburukan dan akhir yang tidak baik, baik di dunia maupun di akhirat.
Keempat: Syamātatil-a‘dā’
Yaitu kegembiraan musuh ketika melihat musibah dan penderitaan yang menimpa diri kita.Doa ini telah Allah kabulkan untuk Rasulullah shallallāhu ‘alaihi wasallam, dan ia merupakan doa yang sangat penting untuk senantiasa kita amalkan di tengah banyaknya ujian dan fitnah kehidupan.Semoga Allah memudahkan kita untuk mengamalkan doa ini, mengokohkan kesabaran kita dalam menghadapi musibah, dan menganugerahkan keberkahan melalui ittibā’ terhadap sunnah Nabi-Nya.Āmīn.







