• Home
  • Kirim Pertanyaan
  • Tentang
  • Website Islami
  • Live Streaming
Senin, 21 Oktober 2024
Problematika Umat
  • Home
  • Kategori
    • Aqidah
    • Manhaj
    • Fiqih
      • Shalat
      • Nikah
      • Thaharah
      • Puasa
      • Jual Beli
      • Puasa
      • Faroidh
    • Adab
    • Keluarga
      • Hak suami Istri
      • Pendidikan Anak
    • Dzikir dan Do’a
    • Fatwa – Fatwa
  • Kirim Pertanyaan
  • Tentang
  • Video Dakwah
  • Live Streaming
No Result
View All Result
  • Home
  • Kategori
    • Aqidah
    • Manhaj
    • Fiqih
      • Shalat
      • Nikah
      • Thaharah
      • Puasa
      • Jual Beli
      • Puasa
      • Faroidh
    • Adab
    • Keluarga
      • Hak suami Istri
      • Pendidikan Anak
    • Dzikir dan Do’a
    • Fatwa – Fatwa
  • Kirim Pertanyaan
  • Tentang
  • Video Dakwah
  • Live Streaming
No Result
View All Result
Problematika Umat
No Result
View All Result
Home Fiqih

Wukuf Di Arafah Malam Hari?

Admin by Admin
04 Mei 2023
in Fiqih, Haji
0
Wukuf Di Arafah Malam Hari?
1
SHARES
2
VIEWS
Share WhatsappShare on TwitterShare on EmailShare Line

Pertanyaan:

Karena kurangnya ilmu dan tidak memahami tanda tanda batas Arafah, seorang melakukan wukuf di luar Arafah, dia menyangka sebagai bagian dari Arafah. Setelah tenggelam matahari dia menuju Muzdalifah bersama dengan jamaah haji yang lain. Sesampainya di Muzdalifah untuk Mabit, dia baru menyadari bahwa dia telah wukuf di luar Arafah, dan mendapat fatwa untuk kembali lagi menuju Arafah untuk wukuf sejenak di Arafah di waktu malam agar rukun wukuf terlaksana. Apakah haji yang demikian ini sah?

Jawab:

Wukuf di Arafah adalah rukun haji yang sangat besar, sebagaimana tampak dalam sabda Rasulullah ﷺ:

الحج عرفة

“Haji itu adalah wukuf di Arafah.”

Karena pentingnya rukun ini, kita harus benar benar mengilmui bagaimana Wukuf sesuai bimbingan Rasulullah ﷺ.

Sebagaimana kita juga wajib mengetahui bahwa wukuf harus dilakukan dalam wilayah Arafah. Alhamdulillah, batas-batas wilayah Arafah sangat jelas dengan dipancangkannya papan-papan besar di sepanjang perbatasan Arafah.

Terkait dengan pertanyaan anda, apa yang menimpa jamaah haji tersebut semestinya tidak terjadi apabila dia bertanya dan berbekal ilmu.

Walhamdulillah, meskipun dia belum teranggap wukuf di siang hari, namun dia mendapat fatwa yang benar untuk wukuf sejenak di malam harinya di wilayah Arafah.

Dalilnya adalah hadits yang diriwayatkan oleh Imam Abu Dawud no. 1950 dan yang lain.

Dalam hadits ini ada kisah shahabat Urwah bin Mudhorris bin Haritsah Ath-Tho’i, beliau berkata:

أتيتُ رَسولَ اللهِ ﷺ بالمُزدَلِفةِ، حين خَرَج إلى الصَّلاةِ، فقُلْتُ: يا رَسولَ اللهِ، إنِّي جئتُ مِن جَبَلَي طَيِّئٍ، أكْلَلْتُ راحِلَتي، وأتعَبْتُ نفسي، واللهِ ما تركْتُ مِن جَبَلٍ إلَّا وقَفْتُ عليه، فهل لي من حَجٍّ؟ فقال رَسولُ اللهِ صلَّى اللهُ عليه وسلَّم: من شَهِدَ صلاتَنا هذه، وَقَف معنا حتى ندفَعَ، وقد وقف قَبْلَ ذلك بعَرَفةَ ليلًا أو نهارًا، فقد تَمَّ

حَجُّه وقضى تَفَثَه

Aku menjumpai Rasulullah ﷺ di Muzdalifah saat beliau keluar untuk shalat (shubuh). Aku bertanya, Wahai Rasulullah ﷺ, sungguh aku datang (melakuan haji) dari gunung Tha’i. Aku telah membuat kendaraanku lelah, akupun telah membuat lelah badanku. Demi Allah, tidaklah aku melewati sebuah gunung melainkan aku berhenti padanya (-karena beratnya berjalanan-pent), apakah aku mendapatkan ibadah haji (setelah perjalanan panjang yang aku lalui)? Rasulullah ﷺ pun bersabda:

من شَهِدَ صلاتَنا هذه، وَقَف معنا حتى ندفَعَ، وقد وقف قَبْلَ ذلك بعَرَفةَ ليلًا أو نهارًا، فقد تَمَّ حَجُّه وقضى تَفَثَه

“Barangsiapa ikut shalat (shubuh di Muzdalifah) ini, kemudian berdoa hingga meninggalkan Muzdalifah, dan sebelumnya telah wukuf di Arafah di di malam atau siang harinya, sungguh telah sempurna hajinya dan dia telahh menunaikan kewajibannya.”

Kisah ini menujukkan bahwa siapa yang kehilangan kesempatan untuk wukuf diwaktu siang hari, dia masih ada kesempatan untuk mendapatkan wukuf di malam harinya.

Dalam hadits ini juga ada faedah penting mengenai pentingnya teman yang baik dan berilmu dalam safar. Perhatkan betapa banyak faedah yang didapatkan par shahabat ketika safar mereka bersama dengan Rasulullah ﷺ. Allahu a’lam.

Tags: ArafahHajiHukumKurang IlmuMuzdalifahWukufWukuf malam hari
Previous Post

Belalang Masuk Kain Ihram

Next Post

Menikah Di Ka'bah Saat Umroh

Related Posts

Enggan Sahur Karena Kuat dan sedang Diet
Puasa

Enggan Sahur Karena Kuat dan sedang Diet

12 Maret 2024
Banyak Tidur Saat Puasa Ramadhan
Puasa

Banyak Tidur Saat Puasa Ramadhan

11 Maret 2024
Keutamaan Meninggal Hari Jumat?
Janaiz

Keutamaan Meninggal Hari Jumat?

26 Januari 2024
Shalat Syuruq dan Pahala Haji
Shalat

Shalat Syuruq dan Pahala Haji

24 Januari 2024
Menghajikan Orang Tua Yang Masih Hidup
Haji

Menghajikan Orang Tua Yang Masih Hidup

11 Januari 2024
Mengangkat Kepala Ke Langit Setelah Wudhu, Sunnah?
Thaharah

Mengangkat Kepala Ke Langit Setelah Wudhu, Sunnah?

06 Januari 2024
Next Post
Menikah Di Ka’bah Saat Umroh

Menikah Di Ka'bah Saat Umroh

Pos-pos Terbaru

  • Dalil Pentingnya Belajar Tafsir Al-Quran
  • Enggan Sahur Karena Kuat dan sedang Diet
  • Banyak Tidur Saat Puasa Ramadhan
  • Keutamaan Meninggal Hari Jumat?
  • Shalat Syuruq dan Pahala Haji

Artikel Populer

  • Obat Virus Corona

    Obat Virus Corona

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Menyingkap Rahasia Manakib Syeikh Abdul Qodir Jaelani

    3 shares
    Share 1 Tweet 1
  • Mengubur Janin Berusia 2 Bulan

    8 shares
    Share 3 Tweet 2
  • Masa Iddah Wanita Ditinggal Mati Suami

    1 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Berita Walisongo Dalam Timbangan Ahlul Hadits

    4 shares
    Share 2 Tweet 1
  • Home
  • Kirim Pertanyaan
  • Tentang
  • Website Islami
  • Live Streaming

© 2019 Problematika Umat.

No Result
View All Result
  • Home
  • Kategori
    • Aqidah
    • Manhaj
    • Fiqih
      • Shalat
      • Nikah
      • Thaharah
      • Puasa
      • Jual Beli
      • Puasa
      • Faroidh
    • Adab
    • Keluarga
      • Hak suami Istri
      • Pendidikan Anak
    • Dzikir dan Do’a
    • Fatwa – Fatwa
  • Kirim Pertanyaan
  • Tentang
  • Video Dakwah
  • Live Streaming

© 2019 Problematika Umat.