• Home
  • Kirim Pertanyaan
  • Tentang
  • Website Islami
  • Live Streaming
Senin, 21 Oktober 2024
Problematika Umat
  • Home
  • Kategori
    • Aqidah
    • Manhaj
    • Fiqih
      • Shalat
      • Nikah
      • Thaharah
      • Puasa
      • Jual Beli
      • Puasa
      • Faroidh
    • Adab
    • Keluarga
      • Hak suami Istri
      • Pendidikan Anak
    • Dzikir dan Do’a
    • Fatwa – Fatwa
  • Kirim Pertanyaan
  • Tentang
  • Video Dakwah
  • Live Streaming
No Result
View All Result
  • Home
  • Kategori
    • Aqidah
    • Manhaj
    • Fiqih
      • Shalat
      • Nikah
      • Thaharah
      • Puasa
      • Jual Beli
      • Puasa
      • Faroidh
    • Adab
    • Keluarga
      • Hak suami Istri
      • Pendidikan Anak
    • Dzikir dan Do’a
    • Fatwa – Fatwa
  • Kirim Pertanyaan
  • Tentang
  • Video Dakwah
  • Live Streaming
No Result
View All Result
Problematika Umat
No Result
View All Result
Home Fatwa - Fatwa

Membuat dan Membagi Makanan di Hari Maulid Nabi

Fatwa Al Allamah Asy Syaikh Abdul Aziz bin Baz rohimahulloh

Admin by Admin
22 November 2018
in Aqidah, Fatwa - Fatwa
0
Membuat dan Membagi Makanan di Hari Maulid Nabi
0
SHARES
0
VIEWS
Share WhatsappShare on TwitterShare on EmailShare Line

Soal:

Di tempat kami ada kebiasaan, pada tanggal 12 Rabiul Awal kami membuat menu sarapan di awal pagi, lalu kami membagi bagikannya kepada para tetangga. Kami juga saling mengucapkan selamat kepada tetangga dan karib kerabat dengan alasan ungkapan kebahagiaan dengan kelahiran nabi. Apakah boleh bagi kita utk terus membuat makanan ini, memakan makanannya dan merayakannya?

Jawab:

Amalan ini tidak disyariatkan bahkan merupakan kebid’ahan, walaupun banyak manusia melakukannya, karena nabi shallallahu ‘alaihi wasallam dan para sahabatnya tidak melakukan nya.

Sepanjang hidup Nabi shollallohu’alaihi wasallam belum pernah beliau memperingati hari lahirnya, tidak pula beliau memerintahkannya.

Beliau manusia paling tulus nasehatnya, paling berilmu dan paling bersemangat dalam kebaikan.

Andaikata amalan ini disyariatkan dan merupakan kebaikan pasti beliau telah mengamalkannya atau menunjukkan kepadanya. Demikian pula Khulafa Rasyidin, mereka adalah sebaik baik manusia setelah para nabi, ternyata mereka pun tidak melakukannya, demikian pula para shahabat seluruhnya tidak mengamalkannya padahal mereka adalah sebaik baik manusia setelah para nabi Sebagaimana sabda nabi shallallahu ‘alaihi wasallam:

(( خير الناس قرني ثم الذين يلونهم ثم الذين يلونهم ))

“Sebaik baik generasi adalah generasiku (shohabat) kemudian yg setelahnya (Tabi’in) kemudian setelah nya (tabiut tabiin).”

Maka yang menjadi kewajiban atas kalian adalah meninggalkan kebid’ahan ini, dan bersemangat untuk mengikuti Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam dalam ucapan-ucapan beliau dan perbuatannya. Inilah yang menjadi kewajiban atas seluruh kaum muslimin; mengikuti beliau, tunduk kepada syariatnya dan mengagungkan perintah serta larangannya dan berjalan di atas sunnah dan jalannya shallallahu alaihi wasallam . Adapun kebid’ahan-kebid’ahan maka tidak ada sedikitpun kebaikan padanya, sungguh bid’ah itu kejelekan. Nabi shallallahu alaihi wasallam bersabda:

“Barangsiapa beramal tidak ada perintah kami maka amalannya tertolak).”

Beliau shallallahu alaihi wasallam juga bersabda: “Barangsiapa mengada-adakan dalam urusan agama apa yang bukan darinya maka tertolak. Muttafaqun alaihi.

Dalam shahih Muslim dari Jabir radhiyallahu’anhu ia berkata: adalah nabi shallallahu ‘alaihi wasallam berkata dalam berkhutbah -khutbah jumat-

أما بعد : فإن خير الحديث كتاب الله، وخير الهدي هدي محمد -صلى الله عليه وسلم-، وشر الأمور محدثاتها، وكل بدعة ضلالة

Amma badu : “Sesungguhnya sebaik baik ucapan ialah kitabullah, dan sebaik baik petunjuk ialah petunjuk Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam, dan sejelek-jelek perkara adalah yang diada adakan, setiap bid’ah adalah sesat “.

Amalan yang engkau lakukan tadi berupa mengahadiahkan makanan, atau peringatan dan yang lainnya pada tanggal 12 rabiul awal ataupun dengan shalawat dan saling berkunjung seluruhnya ialah bi’dah tidak ada asalnya.

Allah Taala berfirman:

(قُلْ إِن كُنتُمْ تُحِبُّونَ اللّهَ فَاتَّبِعُونِي يُحْبِبْكُمُ اللّهُ وَيَغْفِرْ لَكُمْ ذُنُوبَكُمْ)

“Katakanlah apabila kalian mencintai Allah maka ikutilah aku, niscaya Allah akan mencintai kalian dan mengampuni dosa-dosa kalian” (QS. Ali Imron 31).

Maka mengikuti nabi ialah hakikat cinta dan dalil kecintaan yang jujur. Nabi shallallahu ‘alaihi wassalam bersabda

من رغب عن سنتي فليس مني

“Barangsiapa yg benci sunnahku maka ia bukan dari golonganku”.

Maka kami wasiatkan untuk kalian dan selain nya dari saudara-saudara kami kaum muslimin agar meninggalkan bid’ah ini, yaitu peringatan-peringatan maulid nabi atau selain maulid nabi. Maulid-maulid lainnya seluruhnya tidak disyariatkan. Akan tetapi kami wasiatkan agar senantiasa mengikuti nabi shallallahu alaihi wasallam , bertafaqquh fiddin dan mengajarkan sunnah kepada seluruh manusia dan semangat dalam ketaaatan kepada Allah dan rasul-Nya dalam segala urusan. Inilah kewajiban seluruh manusia agar mereka memurnikan peribadahan untuk Allah, mengagungkan-Nya, dan tunduk kepada syariat-Nya dan agar mereka berjalan di atas sunnah nabi-Nya dalam ucapan dan perbuatan dalam segala kondisi.

Allah berfirman di dalam surat Alhasyr,”

(وَمَا آتَاكُمُ الرَّسُولُ فَخُذُوهُ وَمَا نَهَاكُمْ عَنْهُ فَانتَهُوا)

“Apa yang datang dari rasul untuk kalian maka ambillah dan apa yang dia larang maka hentikanlah “.

Dan nabi shallallahu alaihi wasallam bersabda dalam hadits shahih, ”

من أطاعني فقد أطاع الله ومن عصاني فقد عصا الله

“Barangsiapa yang taat pada ku maka ia telah taat pada Allah. Barangsiapa yang bermaksiat kepada ku maka telah bermaksiat pada Allah”.

Kewajiban kita adalah mentaati beliau dan mengikuti petunjuknya shallallahu ‘alaihi wasallam serta mewaspadai segala yang menyelisihi petunjuknya shallallahu ‘alaihi wasallam. (Fatwa Al Allamah Asy Syaikh Abdul Aziz bin Baz rohimahulloh)

Tags: maulid nabimembuat makanan pada maulid nabi
Previous Post

Berhaji Tanpa Mahram

Next Post

Bolehkah Musafir Menjadi Imam Sholat ?

Related Posts

Adam Diciptakan dari Berbagai Jenis Tanah
Aqidah

Adam Diciptakan dari Berbagai Jenis Tanah

13 Januari 2024
Mengucapkan Selamat Natal
Aqidah

Mengucapkan Selamat Natal

25 Desember 2023
Memelihara Anjing Penjaga Rumah
Aqidah

Memelihara Anjing Penjaga Rumah

24 Desember 2023
Gerhana Matahari Tanda Lahirnya Imam Mahdi?
Aqidah

Gerhana Matahari Tanda Lahirnya Imam Mahdi?

21 April 2023
Zam Zam, Air Mubarak
Aqidah

Zam Zam, Air Mubarak

23 Agustus 2022
Kajian Khusus 10 Awal Dzulhijjah 1442 H  – Sudah Sesuaikah Aqidah Kita dengan Rasuulullah ﷺ ?
Aqidah

Kajian Khusus 10 Awal Dzulhijjah 1442 H – Sudah Sesuaikah Aqidah Kita dengan Rasuulullah ﷺ ?

11 Juli 2021
Next Post
Bolehkah Musafir Menjadi Imam Sholat ?

Bolehkah Musafir Menjadi Imam Sholat ?

Pos-pos Terbaru

  • Dalil Pentingnya Belajar Tafsir Al-Quran
  • Enggan Sahur Karena Kuat dan sedang Diet
  • Banyak Tidur Saat Puasa Ramadhan
  • Keutamaan Meninggal Hari Jumat?
  • Shalat Syuruq dan Pahala Haji

Artikel Populer

  • Obat Virus Corona

    Obat Virus Corona

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Menyingkap Rahasia Manakib Syeikh Abdul Qodir Jaelani

    3 shares
    Share 1 Tweet 1
  • Mengubur Janin Berusia 2 Bulan

    8 shares
    Share 3 Tweet 2
  • Masa Iddah Wanita Ditinggal Mati Suami

    1 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Berita Walisongo Dalam Timbangan Ahlul Hadits

    4 shares
    Share 2 Tweet 1
  • Home
  • Kirim Pertanyaan
  • Tentang
  • Website Islami
  • Live Streaming

© 2019 Problematika Umat.

No Result
View All Result
  • Home
  • Kategori
    • Aqidah
    • Manhaj
    • Fiqih
      • Shalat
      • Nikah
      • Thaharah
      • Puasa
      • Jual Beli
      • Puasa
      • Faroidh
    • Adab
    • Keluarga
      • Hak suami Istri
      • Pendidikan Anak
    • Dzikir dan Do’a
    • Fatwa – Fatwa
  • Kirim Pertanyaan
  • Tentang
  • Video Dakwah
  • Live Streaming

© 2019 Problematika Umat.