Pertanyaan:
Ketika kami pulang ke Indonesia dari KSA pasca umroh dengan penerbangan malam, waktu Subuh masuk saat pesawat masih berada di udara. Karena pesawat bergerak ke arah timur, waktu Subuh sangat singkat dan cepat berlalu. Dalam kondisi ini kami mengalami beberapa kesulitan untuk menunaikan shalat Subuh di pesawat, di antaranya:
1. Maskapai yang kita gunakan tidak menyediakan ruang khusus untuk melaksanakan shalat dengan berdiri.
2. Antrean untuk berwudhu di toilet pesawat sangat panjang. Karena kami baru saja terlelap tidur dan mendapatkan berita masuknya waktu subuh.
3. Jika menunggu giliran wudhu, dikhawatirkan waktu Subuh akan habis sebelum sempat menunaikan shalat.
Dalam kondisi seperti ini, apa yang sebaiknya kami lakukan? Apakah tetap menunggu antrian wudhu meskipun berisiko keluar dari waktu Subuh, ataukah ada keringanan dalam syariat untuk keadaan seperti ini? Jazakumullohukhoiron.
Jawaban:
Kaidah umum dalam menjalankan perintah syariat adalah:
فَاتَّقُوا اللَّهَ مَا اسْتَطَعْتُمْ
“Bertakwalah kepada Allah semampu kalian.” (QS. At-Taghābun: 16)
Artinya, setiap kewajiban dilaksanakan sesuai kemampuan, dan Allah tidak membebani hamba-Nya kecuali apa yang mereka mampui.Terkait permasalahan yang dihadapi, kita bahas dalam beberapa point berikut:
1️⃣ Tentang Shalat Berdiri Dalam Pesawat
Hukum asal shalat fardhu adalah wajib berdiri bagi yang mampu. Namun jika tidak memungkinkan, gugurlah kewajiban berdiri. Rasulullah ﷺ bersabda:
«صَلِّ قَائِمًا، فَإِنْ لَمْ تَسْتَطِعْ فَقَاعِدًا…»
“Shalatlah dengan berdiri, jika tidak mampu maka duduk…” (HR. Bukhari)
Dalam kondisi pesawat tidak menyediakan ruang untuk berdiri maka shalatlah dengan duduk.
Denikian pula jika anda dalam posisi di maskapai yang menyediakan ruang untuk shalat berdiri, namun ruang tersebut tidak mampu menampung seluruh jamaah, terlebih kaum wanita — maka shalat juga boleh dilakukan dengan duduk di kursi bagi yang tidak mendapatkan ruang, atau khawatir waktu shalat habis apabila menanti kosongnya ruang sholat.
Ruku’ dan sujud ketika shalat dengan duduk cukup dengan isyarat kepala, untuk sujud kepala lebih menunduk.
2️⃣ Masalah Wudhu
Pada asalnya, wudhu tetap diupayakan semaksimal mungkin. Beberapa solusi yang bisa dilakukan:-
1. Berwudhu di toilet pesawat jika memungkinkan tentu dengan wudhu yang ringan, dengan mencukupkan wudhu sekali sekali setiap anggota wudhu, dan sangat menjaga agar toilet tetap kering.
2. Wudhu akan lebih ringan apabila sebelum masuk pesawat sudah dalam keadaan berwudhu dan memakai kaos kaki, sehingga saat wudhu cukup mengusap kaos kaki.
3. Berwudhu di tempat duduk pun mungkin untuk dilakulan apabila telah disiapkan sebelumnya, termasuk memakai kaos kaki dalam keadaan sempurna wudhu’. Bagi kaum wanitabtenti saja dengan menjaga aurat.
4. Jika wudhu benar-benar sulit karena antrean panjang dan waktu hampir habis, maka: Bertayammum jika terdapat debu yang bisa digunakan untuk tayammum.
3️⃣ Jika Tidak ada Air, atau antrian panjang, atau tidak ada debu sementara waktu shubuh dikhawatirkan habis maka: Shalat shubuh dikerjakan sesuai keadaan, meskipun tanpa wudhu dan tanpa tayammum. Karena menjaga waktu shalat lebih didahulukan, dan kewajiban bersuci gugur ketika tidak mampu.Kaidahnya:
لا يُكَلِّفُ اللَّهُ نَفْسًا إِلَّا وُسْعَهَا
“Allah tidak membebani seseorang melainkan sesuai kemampuannya.” (QS. Al-Baqarah: 286).
Demikian beberapa hal yang mungkin untuk dikerjakan, semoga Allah senantiasa memberikan keberkahan kepada kita semua. Amin.
Baca Juga: Mengusap Kaos Kaki Saat Wudhu di Pesawat







