• Home
  • Kirim Pertanyaan
  • Tentang
  • Website Islami
  • Live Streaming
Minggu, 20 Oktober 2024
Problematika Umat
  • Home
  • Kategori
    • Aqidah
    • Manhaj
    • Fiqih
      • Shalat
      • Nikah
      • Thaharah
      • Puasa
      • Jual Beli
      • Puasa
      • Faroidh
    • Adab
    • Keluarga
      • Hak suami Istri
      • Pendidikan Anak
    • Dzikir dan Do’a
    • Fatwa – Fatwa
  • Kirim Pertanyaan
  • Tentang
  • Video Dakwah
  • Live Streaming
No Result
View All Result
  • Home
  • Kategori
    • Aqidah
    • Manhaj
    • Fiqih
      • Shalat
      • Nikah
      • Thaharah
      • Puasa
      • Jual Beli
      • Puasa
      • Faroidh
    • Adab
    • Keluarga
      • Hak suami Istri
      • Pendidikan Anak
    • Dzikir dan Do’a
    • Fatwa – Fatwa
  • Kirim Pertanyaan
  • Tentang
  • Video Dakwah
  • Live Streaming
No Result
View All Result
Problematika Umat
No Result
View All Result
Home Fiqih

Doa Setelah Wudhu

Abu Ismail Rijal by Abu Ismail Rijal
23 April 2020
in Fiqih, Thaharah
0
Doa Setelah Wudhu
0
SHARES
1
VIEWS
Share WhatsappShare on TwitterShare on EmailShare Line

Doa Setelah Wudhu

pertanyaan:

Alhamdulillah setelah saya mengenal dakwah salafiyah, dakwah yang mengajarkan kita untuk memurnikan ibadah hanya kepada Alloh, meninggalkan kesyirikan dan mengajak untuk selalu berpegang dengan Dalil Al Qur’an dan As Sunnah dengan pemahaman para shahabat, hati ini merasakan ketenangan dalam beramal, berbeda ketika dahulu beramal hanya ikut-ikutan yang ternyata tidak diajarkan Rosululloh shallallahu’alaihi.
Maaf apabila pertanyaannya agak panjang, saya pernah dapat faedah diantara doa setelah wudhu ada doa yang mirip atau sama dengan doa kafarotul majelis, apa itu memang shohih. Jazakallohukhoiron

Jawab:

Ada beberapa lafadz doa setelah wudhu yang diajarkan Rosulullah shollallohu’alaihi wasallam. Diantaranya membaca syahadatain seusai wudhu.

Termasuk doa setelah wudhu adalah doa yang diriwayatkan dari shahabat Abu Sa’id Al Khudry beliau berkata, Rosululloh shollallohi’alaihi wasallam bersabda :

من توضا فاصبغ الوضوء ثم قال عند فراغه من وضوء :

“Barangsiapa berwudhu dan ia menyempurnakan wudhunya, kemudian membaca doa setelahnya :

سبحانك اللهم و بحمدك اشهد ان لا اله الا انت استغفرك و اتوب اليك

“Mahasuci Engkau Ya Allah, dan Maha terpuji Engkau, aku bersaksi bahwa tidak ada ilah (sesembahan) (yang haq) melainkan engkau, aku memohon ampunan dan bertaubat kepadamu..”

ختم عليها بخاتم فوضعت تحت العرش فلم يكسر الى يوم القيامة

(siapa membaca doa tsbt) maka akan dicap atasnya dengan cap yg diletakkan dibawah ‘Arsy dan tidak akan dipecah hingga hari kiamat.”

Hadits ini diriwayatkan An Nasai dalam Sunan Al Kubro (6/25 no.9909), Ath Thabarani dalam Al Ausath (2/271) dan Al Hakim dalam Al Mustadrak (1/565). Beliau menshahihkannya dan disepakati oleh Adz Dzahabi.

Syaikh Muhammad Nashiruddin Al Albani menshahihkan hadits ini dalam Silsilah Al Ahadits Ash Shahihah (5/438 no. 2333)

Beliau juga berkata: “Disunnahkan seusai wudhu membaca :

سبحانك اللهم وبحمدك لا اله الا انت استغفرك و اتوب اليك

“Mahasuci Engkau Ya Allah, dan Maha terpuji Engkau, tidak ada ilah (sesembahan) (yang haq) melainkan engkau, aku memohon ampunan dan bertaubat kepadamu..” Irwaul Ghalil (1/135)

MAUQUF DIHUKUMI MARFU’

Terjadi perbedaan pendapat tentang riwayat ini, apakah marfu (sampai kpd Rosul) atau mauquf (hanya sampai kpd shohabat).

Imam An-Nasai setelah menyebutkan hadits ini beliau berkata:

“Riwayat (Marfu’) ini salah, yang benar adalah Mauquf.”

Namun seandainya pun riwayat yang benar adalah Mauquf, tetap dihukumi Marfu’ karena Shahabat Abu Said Al Khudri berbicara tentang dzikir tertentu untuk ibadah tertentu dan berbicara ttg perkara ghaib, bukan perkara ijtihadiyah. Yang demikian tentu tidak mungkin berasal dari diri beliau sendiri, pastilah dari Rosululloh shollallohu alaihi wa sallam.

Seandainya hadits ini yang benar adalah Mauquf, ini salah satu contoh pembahasan, Marfu’ Hukmi, yaitu hadits yang secara lahiriah adalah ucapan shahabat namun secara hukum, dihukumi Marfu’ dari Rasulullah shalallahu’alaihi wasallam. Allohul a’lam.

Tags: Marfu HukmiMauqufThaharahWudhu
Previous Post

Tarawih Akhir Malam di Masa Wabah Corona

Next Post

Sahur Jangan Engkau Tinggalkan

Related Posts

Enggan Sahur Karena Kuat dan sedang Diet
Puasa

Enggan Sahur Karena Kuat dan sedang Diet

12 Maret 2024
Banyak Tidur Saat Puasa Ramadhan
Puasa

Banyak Tidur Saat Puasa Ramadhan

11 Maret 2024
Keutamaan Meninggal Hari Jumat?
Janaiz

Keutamaan Meninggal Hari Jumat?

26 Januari 2024
Shalat Syuruq dan Pahala Haji
Shalat

Shalat Syuruq dan Pahala Haji

24 Januari 2024
Menghajikan Orang Tua Yang Masih Hidup
Haji

Menghajikan Orang Tua Yang Masih Hidup

11 Januari 2024
Mengangkat Kepala Ke Langit Setelah Wudhu, Sunnah?
Thaharah

Mengangkat Kepala Ke Langit Setelah Wudhu, Sunnah?

06 Januari 2024
Next Post
Sahur Jangan Engkau Tinggalkan

Sahur Jangan Engkau Tinggalkan

Pos-pos Terbaru

  • Dalil Pentingnya Belajar Tafsir Al-Quran
  • Enggan Sahur Karena Kuat dan sedang Diet
  • Banyak Tidur Saat Puasa Ramadhan
  • Keutamaan Meninggal Hari Jumat?
  • Shalat Syuruq dan Pahala Haji

Artikel Populer

  • Obat Virus Corona

    Obat Virus Corona

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Menyingkap Rahasia Manakib Syeikh Abdul Qodir Jaelani

    3 shares
    Share 1 Tweet 1
  • Mengubur Janin Berusia 2 Bulan

    8 shares
    Share 3 Tweet 2
  • Masa Iddah Wanita Ditinggal Mati Suami

    1 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Berita Walisongo Dalam Timbangan Ahlul Hadits

    4 shares
    Share 2 Tweet 1
  • Home
  • Kirim Pertanyaan
  • Tentang
  • Website Islami
  • Live Streaming

© 2019 Problematika Umat.

No Result
View All Result
  • Home
  • Kategori
    • Aqidah
    • Manhaj
    • Fiqih
      • Shalat
      • Nikah
      • Thaharah
      • Puasa
      • Jual Beli
      • Puasa
      • Faroidh
    • Adab
    • Keluarga
      • Hak suami Istri
      • Pendidikan Anak
    • Dzikir dan Do’a
    • Fatwa – Fatwa
  • Kirim Pertanyaan
  • Tentang
  • Video Dakwah
  • Live Streaming

© 2019 Problematika Umat.