• Home
  • Kirim Pertanyaan
  • Tentang
  • Website Islami
  • Live Streaming
Minggu, 22 Februari 2026
Problematika Umat
  • Home
  • Kategori
    • Aqidah
    • Manhaj
    • Fiqih
      • Shalat
      • Nikah
      • Thaharah
      • Puasa
      • Jual Beli
      • Puasa
      • Faroidh
    • Adab
    • Keluarga
      • Hak suami Istri
      • Pendidikan Anak
    • Dzikir dan Do’a
    • Fatwa – Fatwa
  • Kirim Pertanyaan
  • Tentang
  • Video Dakwah
  • Live Streaming
No Result
View All Result
  • Home
  • Kategori
    • Aqidah
    • Manhaj
    • Fiqih
      • Shalat
      • Nikah
      • Thaharah
      • Puasa
      • Jual Beli
      • Puasa
      • Faroidh
    • Adab
    • Keluarga
      • Hak suami Istri
      • Pendidikan Anak
    • Dzikir dan Do’a
    • Fatwa – Fatwa
  • Kirim Pertanyaan
  • Tentang
  • Video Dakwah
  • Live Streaming
No Result
View All Result
Problematika Umat
No Result
View All Result
Home Fiqih Haji

Seekor Onta Hadyu Untuk Berlima

Abu Ismail Rijal by Abu Ismail Rijal
06 Januari 2024
in Haji
0
Seekor Onta Hadyu Untuk Berlima
0
SHARES
0
VIEWS
Share WhatsappShare on TwitterShare on EmailShare Line

Pertanyaan:

Mohon pencerahannya. Ketika saya menunaikan haji beberapa waktu lalu, saya diajak untuk bergabung menyembelih seekor onta hadyu untuk berlima. Kami semua melaksanakan haji tamattu’. Apakah memang dibolehkan berserikat satu onta untuk berlima dalam hadyu?

Jawaban:

Bagi jamaah yang melaksanakan haji tamattu’ atau haji qirān, masing-masing wajib menyembelih hadyu, yaitu hewan sembelihan yang dilakukan pada hari Nahr (10 Dzulhijjah) atau pada hari-hari tasyrik. Kewajiban hadyu ini merupakan bentuk syukur kepada Allah Ta‘ala karena dimudahkan untuk menggabungkan ibadah umrah dan haji dalam satu perjalanan.

Bentuk Hadyu yang Dibolehkan

Hadyu boleh berupa:Satu ekor kambing untuk satu orang, atau seekor sapi atau onta yang boleh diserikatkan hingga tujuh orang.

Dengan demikian, berserikat satu ekor onta untuk berlima adalah boleh dan sah, karena jumlah tersebut tidak melebihi batas maksimal tujuh orang.

Dalil dari As-Sunnah adalah hadits Jabir bin ‘Abdillah radhiyallahu ‘anhu, ia berkata

:نَحَرْنَا مَعَ رَسُولِ اللَّهِ ﷺالْبَدَنَةَ عَنْ سَبْعَةٍ، وَالْبَقَرَةَ عَنْ سَبْعَةٍ

“Kami menyembelih unta bersama Rasulullah ﷺ untuk tujuh orang, dan sapi juga untuk tujuh orang.” (HR. Muslim no. 1318)

Hadits ini menjadi dalil jelas bahwa seekor onta atau sapi boleh untuk tujuh orang, dan secara otomatis boleh pula untuk jumlah yang lebih sedikit, seperti lima atau enam orang.

Teladan Rasulullah ﷺ Dalam haji Wada’,

Rasulullah ﷺ menyembelih 100 ekor onta sebagai hadyu. Diriwayatkan bahwa:63 ekor disembelih langsung oleh beliau ﷺ37 ekor sisanya disempurnakan oleh Ali bin Abi Thalib radhiyallahu ‘anhu (HR. Muslim)

Hal ini menunjukkan luasnya kebolehan dalam hadyu, baik berserikat maupun menyembelih secara mandiri.

Jika Tidak Mampu Menyembelih Hadyu

Apabila seseorang tidak mampu menyembelih hadyu, maka diganti dengan puasa 10 hari:3 hari dikerjakan di masa haji7 hari dikerjakan setelah kembali ke negeri asalHal ini berdasarkan firman Allah Ta‘ala:

﴿فَمَن تَمَتَّعَ بِالْعُمْرَةِ إِلَى الْحَجِّ فَمَا اسْتَيْسَرَ مِنَ الْهَدْيِ ۖ فَمَن لَّمْ يَجِدْ فَصِيَامُ ثَلَاثَةِ أَيَّامٍ فِي الْحَجِّ وَسَبْعَةٍ إِذَا رَجَعْتُمْ

“Maka barang siapa yang mengerjakan umrah sebelum haji (tamattu’), wajib baginya menyembelih hadyu yang mudah didapat. Namun jika tidak mendapatkannya, maka wajib berpuasa tiga hari dalam masa haji dan tujuh hari ketika telah kembali.”(QS. Al-Baqarah: 196)

Kesimpulannya, boleh dan sah berserikat seekor onta untuk berlima dalam hadyu karena batas maksimal serikat adalah tujuh orang

Jika seorang tidak mampu untuk menyembelih jadyu maka diganti puasa 10 hari sesuai nash Al-Qur’an, Semoga Allah Ta‘ala menerima amal ibadah haji kita semua dan memberikan pemahaman yang benar dalam agama.

والله أعلم بالصواب

Tags: Berserikat hadyuhadyuPuasa ketika hajitamattu'
Previous Post

Hukum Janin dalam Perut Kambing Yang Disembelih

Next Post

Mengangkat Kepala Ke Langit Setelah Wudhu, Sunnah?

Related Posts

Menghajikan Orang Tua Yang Masih Hidup
Haji

Menghajikan Orang Tua Yang Masih Hidup

11 Januari 2024
Naik Pegunungan Muzdalifah Saat Mabit?
Haji

Naik Pegunungan Muzdalifah Saat Mabit?

11 Mei 2023
Waktu Yang Afdhol Untuk Melempar Jamarat di Hari Tasyrik
Haji

Waktu Yang Afdhol Untuk Melempar Jamarat di Hari Tasyrik

06 Mei 2023
Menikah Di Ka’bah Saat Umroh
Haji

Menikah Di Ka’bah Saat Umroh

05 Mei 2023
Wukuf Di Arafah Malam Hari?
Fiqih

Wukuf Di Arafah Malam Hari?

04 Mei 2023
Belalang Masuk Kain Ihram
Fiqih

Belalang Masuk Kain Ihram

03 Mei 2023
Next Post
Mengangkat Kepala Ke Langit Setelah Wudhu, Sunnah?

Mengangkat Kepala Ke Langit Setelah Wudhu, Sunnah?

Pos-pos Terbaru

  • MENGINGAT KEMATIAN DI BULAN RAMADHAN
  • JADWAL IMSAKIYAH: BENARKAH TIDAK BOLEH MAKAN SAHUR SETELAH IMSAK?
  • RAMADHAN: TIDAK BOLEH ADA OLAHRAGA DAN PERMAINAN?
  • PERBAIKI NIAT DAN PERBANYAK DZIKIR DI BULAN RAMADHAN
  • KAFAN MAYYIT WARNA HIJAU?

Artikel Populer

  • Obat Virus Corona

    Obat Virus Corona

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Menyingkap Rahasia Manakib Syeikh Abdul Qodir Jaelani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Mengubur Janin Berusia 2 Bulan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Berita Walisongo Dalam Timbangan Ahlul Hadits

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Masa Iddah Wanita Ditinggal Mati Suami

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Home
  • Kirim Pertanyaan
  • Tentang
  • Website Islami
  • Live Streaming

© 2019 Problematika Umat.

No Result
View All Result
  • Home
  • Kategori
    • Aqidah
    • Manhaj
    • Fiqih
      • Shalat
      • Nikah
      • Thaharah
      • Puasa
      • Jual Beli
      • Puasa
      • Faroidh
    • Adab
    • Keluarga
      • Hak suami Istri
      • Pendidikan Anak
    • Dzikir dan Do’a
    • Fatwa – Fatwa
  • Kirim Pertanyaan
  • Tentang
  • Video Dakwah
  • Live Streaming

© 2019 Problematika Umat.