Pertanyaan:
Adakah dalil yang mengharuskan kita untuk mengkhatamkan Al-Qur’an setiap bulan sekali?
Jawaban:
Membaca Kalāmullāh merupakan salah satu amalan yang sangat dicintai oleh Allah ﷻ. Setiap huruf yang dibaca dari Al-Qur’an bernilai satu kebaikan, dan setiap kebaikan dilipatgandakan menjadi sepuluh kebaikan atau bahkan lebih, sesuai kehendak Allah Ta‘ālā.
Oleh karena itu, memperbanyak membaca Al-Qur’an dan berusaha mengkhatamkannya termasuk amalan yang sangat dianjurkan dalam Islam.Namun demikian, yang terpenting bagi seorang muslim adalah berupaya membaca Al-Qur’an secara kontinu (istiqamah). Sebab, Rasulullah ﷺ bersabda bahwa amalan yang paling dicintai oleh Allah adalah amalan yang dilakukan secara terus-menerus, meskipun sedikit.Adapun mengenai mengkhatamkan Al-Qur’an dalam satu bulan, hal ini memiliki dasar dari sabda Nabi ﷺ dalam hadits Abdullah bin Amr bin al-As radhiyallāhu ‘anhumā.
Dikisahkan dalam riwayat shahih bahwa sampai kepada Rasulullah ﷺ kabar bahwa beliau mengkhatamkan Al-Qur’an setiap hari. Tentu hal ini sangat berat untuk dilakukan secara terus-menerus oleh kebanyakan kaum muslimin. Maka Rasulullah ﷺ bersabda kepadanya:“Bacalah Al-Qur’an dalam satu bulan.”Namun beliau meminta tambahan (ingin lebih cepat), hingga akhirnya Rasulullah ﷺ memberi batas:“Bacalah dalam tiga hari, dan jangan kurang dari itu.”Dari hadits ini dapat dipahami bahwa anjuran mengkhatamkan Al-Qur’an dalam waktu satu bulan merupakan bimbingan Nabi ﷺ yang penuh hikmah, agar seorang muslim dapat membaca sekaligus mentadabburi Al-Qur’an dengan baik.
Perintah ini tidak menunjukkan kewajiban melainkan sebagai arahan yang sesuai bagi kebanyakan manusia.
Perlu diingat, Al-Qur’an bukan hanya dibaca, tetapi juga untuk ditadabburi, dipahami dan direnungkan maknanya. Oleh karena itu, Nabi ﷺ pada awalnya mengarahkan kepada bacaan selama satu bulan—sebuah tempo yang seimbang antara kuantitas dan kualitas.Selain itu, kemampuan manusia juga berbeda-beda. Ada yang mampu membaca lebih cepat, dan ada pula yang membutuhkan waktu lebih panjang, terlebih bagi mereka yang masih dalam tahap belajar dan membaca dengan terbata-bata. Maka ukuran terbaik adalah istiqamah dan kehadiran hati dalam membaca.
Kesimpulannya, tidak ada kewajiban khusus untuk mengkhatamkan Al-Qur’an setiap bulan.Namun, hal tersebut memiliki dasar dari bimbingan Nabi ﷺ.Yang paling utama bagi seorang muslim adalah membaca Al-Qur’an secara rutin, disertai tadabbur, sesuai dengan kemampuan masing-masing.Wallāhu a‘lam.







