Pertanyaan:
Apa nasihat bagi kami para orang tua yang menghadapi problem anak yang lemah semangat (futur), tidak mau kembali ke pondok pesantren, ingin segera bekerja sementara kemampuan kerja masih terbatas, sehingga akhirnya bekerja di lingkungan yang kurang mendukung agamanya?
Jawaban:
Melemahnya semangat atau fatrah (futur) adalah perkara yang manusiawi. Iman tidak selalu berada pada satu kondisi; ada saatnya naik dan ada kalanya turun dan melemah.Hal ini bukan hanya dialami oleh anak-anak kita, bahkan kita sendiri pun merasakannya. Ada masa ketika kita bersemangat mengkhatamkan Al-Qur’an dalam satu pekan, setengah bulan, atau sebulan sekali. Namun ketika iman melemah, porsi ibadah—termasuk membaca Al-Qur’an—bisa berkurang dengan sangat terasa.Agar pada saat futur kita tetap berada dalam kebaikan dan meraih keselamatan, kuncinya adalah tetap mengikuti bimbingan Rasulullah ﷺ, sebagaimana dalam hadits berikut:
عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ عَمْرٍو رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُمَا، قَالَ: قَالَ رَسُولُ اللَّهِ ﷺ:إِنَّ لِكُلِّ عَمَلٍ شِرَّةً، وَلِكُلِّ شِرَّةٍ فَتْرَةً، فَمَنْ كَانَتْ فَتْرَتُهُ إِلَى سُنَّتِي فَقَدِ اهْتَدَى، وَمَنْ كَانَتْ فَتْرَتُهُ إِلَى غَيْرِ ذَلِكَ فَقَدْ هَلَكَ
Dari Abdullah bin ‘Amr radhiyallahu ‘anhuma, Rasulullah ﷺ bersabda:“Sesungguhnya setiap amal memiliki masa semangat, dan setiap semangat pasti diikuti masa futur (lemah). Maka barangsiapa masa futurnya tetap berada di atas sunnahku, sungguh ia telah mendapatkan petunjuk. Dan barangsiapa masa futurnya menyimpang dari itu, maka sungguh ia telah binasa.”(HR. Ahmad dan al-Baihaqi, dishahihkan oleh al-Albani)
Nasihat untuk Orang Tua
Bagi orang tua yang menghadapi anak yang sedang futur dan enggan kembali ke pondok, hendaknya menempuh sebab-sebab yang bertujuan menjaga agar anak tetap berada di atas sunnah Rasulullah ﷺ, meskipun dalam kondisi iman yang melemah.
Beberapa langkah yang dapat ditempuh antara lain:
Lakukan pendekatan dari hati ke hati.
Dengarkan keluhan, kegelisahan, dan harapan mereka dengan penuh empati. Tunjukkan bahwa orang tua benar-benar peduli dan ingin memahami apa yang sedang mereka rasakan.
Berikan dukungan terhadap rencana-rencana positif mereka.
Arahkan dengan nasihat yang lembut, bantu mereka menetapkan tujuan yang mubah, realistis, dan dapat dicapai, serta tidak menyelisihi sunnah Rasulullah ﷺ. Ingatkan bahwa inilah jalan keselamatan dan keberuntungan.
Usahakan lingkungan yang baik dan kondusif.
Baik di rumah maupun di luar, bantulah anak mendapatkan lingkungan yang mendukung kebaikan, sehingga meskipun semangatnya melemah, ia tetap berada dalam suasana yang menjaga agamanya.
Jadilah teladan.
Orang tua hendaknya menunjukkan kesabaran, ketekunan, dan sikap yang baik dalam menghadapi ujian, serta cara yang benar dalam menyikapi futur dan kesulitan hidup.Mintalah nasihat kepada ahlul ilmu.Bertanya kepada para ustadz atau orang-orang yang berilmu dan berpengalaman untuk mendapatkan arahan yang tepat dalam menangani kondisi anak.
Perbanyak doa kepada Allah.
Bersungguh-sungguhlah memohon kepada Allah agar meneguhkan anak-anak di atas tauhid dan sunnah, serta mengembalikan semangat mereka dalam kebaikan.Dengan pendekatan yang penuh kesabaran, kasih sayang, dan konsistensi, insya Allah anak-anak akan lebih mudah bangkit kembali dan menemukan arah hidup yang baik.Wallahu a‘lam.







