• Home
  • Kirim Pertanyaan
  • Tentang
  • Website Islami
  • Live Streaming
Senin, 21 Oktober 2024
Problematika Umat
  • Home
  • Kategori
    • Aqidah
    • Manhaj
    • Fiqih
      • Shalat
      • Nikah
      • Thaharah
      • Puasa
      • Jual Beli
      • Puasa
      • Faroidh
    • Adab
    • Keluarga
      • Hak suami Istri
      • Pendidikan Anak
    • Dzikir dan Do’a
    • Fatwa – Fatwa
  • Kirim Pertanyaan
  • Tentang
  • Video Dakwah
  • Live Streaming
No Result
View All Result
  • Home
  • Kategori
    • Aqidah
    • Manhaj
    • Fiqih
      • Shalat
      • Nikah
      • Thaharah
      • Puasa
      • Jual Beli
      • Puasa
      • Faroidh
    • Adab
    • Keluarga
      • Hak suami Istri
      • Pendidikan Anak
    • Dzikir dan Do’a
    • Fatwa – Fatwa
  • Kirim Pertanyaan
  • Tentang
  • Video Dakwah
  • Live Streaming
No Result
View All Result
Problematika Umat
No Result
View All Result
Home Aqidah

Maulid Nabi Bukan Ajaran Nabi

Abu Ismail Rijal by Abu Ismail Rijal
19 November 2018
in Aqidah
0
Maulid Nabi Bukan Ajaran Nabi
1
SHARES
2
VIEWS
Share WhatsappShare on TwitterShare on EmailShare Line

Soal:

Apakah acara maulid Nabi disyareatkan dan dicontohkan Rosululloh shollallohu’alaihi wasallam ?

Jawab:

Acara maulid nabi tidak pernah dilakukan atau diperintahkan Rosululloh shollallohu’alaihi wasallam.

Acara ini tidak pernah pula dilakukan oleh Al-Khulafaur Rosyidin, Abu Bakr Ash-Shiddiq, Umar bin Al-Khoththob, Utsman bin Affan dan Ali bin Tholib, tidak pula shohabat beliau. Bahkan para tabi’in dan tabiut tabiin tidak mengamalkan amalan maulid nabi.

Berkata Al-Faqih At-Tizmanti Asy-Syafii rohimahulloh tentang maulid nabi dalam buku As-Siroh Asy-Syamiyah (1/442)

«هذا الفِعل لم يقع في الصَّدر الأوَّل مِن السَّلف الصالح مع تعظيمهم وحُبِّهم له صلى الله عليه وسلم إعظامًا ومحبَّة لا يَبلغ جميعنا الواحد مِنهم».اهـ

Amalan maulid ini, belum pernah terjadi di tengah generasi awal salaf umat ini (para shahabat), padahal mereka adalah orang yg sangat mengagungkan dan mencintai Nabi dengan pengagungan dan kecintaan yang salah seorang diantara kita tidak mencapai tingkat kecintaan tersebut.

DAULAH FATHIMIYAH (SYIAH ROFIDHOH) PELOPOR MAILID NABAWI

Amaliah maulid nabi adalah kebid’ahan, dan yang pertama kali membuat kebid’ahan ini justru daulah fathimiyah, penganut faham rafidhah yg para ulama mengkafirkan daulah ini.

Mereka ingin merusak kemurnian islam dengan membuat acara maulid nabi, maulid Ali, maulid fathimah, maulid husein dan maulid kholifah kholifah mereka.

Amaliah maulid mereka lakukan untuk menutupi kebencian mereka kepada islam, kebencian mereka kepada para sahabat. Mereka tampakkan seakan mereka mencintai nabi.

TANGGAL KELAHIRAN NABI DIPERSELISIHKAN

Para ulama Sirah berbeda pendapat dalam menentukan tanggal lahir Rasulullah shalallahu’alaihi wasallam. Ada yang berpendapat beliau lahir tanggal 8 Robiulawwal, ada yang berpendapat tanggal 10 dan ada yang berpendapat tanggal 12.

Tidak sepakatnya para ulama dalam menentukan tanggal kelahiran semakin menunjukkan bahwa perayaan Maulid Nabi tidak disyreatkan. Seandainya disyreatkan dan telah dilakukan Rosululloh, niscaya tidak ada perselisihan tentang tanggal lahir beliau, sebagaimana tidak ada khilaf bahwa wukuf di Arafah adalah tanggal 9 Dzulhijjah.

Acara maulid tidak ada sedikitpun sandaran yang bisa dijadikan hujjah.
Berkata Al-Faqih, Tajuddin Al-Fakihani Al-Maliki rohimahulloh dalam risalahnya, Al-Maurid fi Amalilmaulid hal.20

«لا أعلم لهذا المولد أصلًا في كتاب ولا سُّنَّة، ولا يُنقل عمله عن أحد مِن علماء الأمَّة الذين هم القدوة في الدين المتمسكون بآثار المتقدِّمين».اهـ

“Saya tidak tahu dalil acara maulid, baik Al-Kitab atau As-Sunnah, tidak pula amalan maulid dinukilkan dari para ulama umat ini, sementara mereka adalah panutan dan orang orang yang berpegang teguh dengan jalan orang orang yang telah lalu (para shohabat, tabiin dan tabiut tabiin.)

Kecintaan yang haqiqi kepada Rosululloh shollallohu’alaihi wasallam adalah dengan mengikuti jejak beliau dalam keyakinan, ucapan dan amalan, bukan dengan kemungkaran dan kebidahan. Wa billahittaufiq.

Tags: hukum perayaan maulid nabiLahir nabimaulid nabi bid'ahMaulidan
Previous Post

Membawa Bunga Untuk Pasien

Next Post

Berbakti Setelah Orang Tua Meninggal

Related Posts

Adam Diciptakan dari Berbagai Jenis Tanah
Aqidah

Adam Diciptakan dari Berbagai Jenis Tanah

13 Januari 2024
Mengucapkan Selamat Natal
Aqidah

Mengucapkan Selamat Natal

25 Desember 2023
Memelihara Anjing Penjaga Rumah
Aqidah

Memelihara Anjing Penjaga Rumah

24 Desember 2023
Gerhana Matahari Tanda Lahirnya Imam Mahdi?
Aqidah

Gerhana Matahari Tanda Lahirnya Imam Mahdi?

21 April 2023
Zam Zam, Air Mubarak
Aqidah

Zam Zam, Air Mubarak

23 Agustus 2022
Kajian Khusus 10 Awal Dzulhijjah 1442 H  – Sudah Sesuaikah Aqidah Kita dengan Rasuulullah ﷺ ?
Aqidah

Kajian Khusus 10 Awal Dzulhijjah 1442 H – Sudah Sesuaikah Aqidah Kita dengan Rasuulullah ﷺ ?

11 Juli 2021
Next Post
Berbakti Setelah Orang Tua Meninggal

Berbakti Setelah Orang Tua Meninggal

Pos-pos Terbaru

  • Dalil Pentingnya Belajar Tafsir Al-Quran
  • Enggan Sahur Karena Kuat dan sedang Diet
  • Banyak Tidur Saat Puasa Ramadhan
  • Keutamaan Meninggal Hari Jumat?
  • Shalat Syuruq dan Pahala Haji

Artikel Populer

  • Obat Virus Corona

    Obat Virus Corona

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Menyingkap Rahasia Manakib Syeikh Abdul Qodir Jaelani

    3 shares
    Share 1 Tweet 1
  • Mengubur Janin Berusia 2 Bulan

    8 shares
    Share 3 Tweet 2
  • Masa Iddah Wanita Ditinggal Mati Suami

    1 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Berita Walisongo Dalam Timbangan Ahlul Hadits

    4 shares
    Share 2 Tweet 1
  • Home
  • Kirim Pertanyaan
  • Tentang
  • Website Islami
  • Live Streaming

© 2019 Problematika Umat.

No Result
View All Result
  • Home
  • Kategori
    • Aqidah
    • Manhaj
    • Fiqih
      • Shalat
      • Nikah
      • Thaharah
      • Puasa
      • Jual Beli
      • Puasa
      • Faroidh
    • Adab
    • Keluarga
      • Hak suami Istri
      • Pendidikan Anak
    • Dzikir dan Do’a
    • Fatwa – Fatwa
  • Kirim Pertanyaan
  • Tentang
  • Video Dakwah
  • Live Streaming

© 2019 Problematika Umat.