• Home
  • Kirim Pertanyaan
  • Tentang
  • Website Islami
  • Live Streaming
Sabtu, 19 Oktober 2024
Problematika Umat
  • Home
  • Kategori
    • Aqidah
    • Manhaj
    • Fiqih
      • Shalat
      • Nikah
      • Thaharah
      • Puasa
      • Jual Beli
      • Puasa
      • Faroidh
    • Adab
    • Keluarga
      • Hak suami Istri
      • Pendidikan Anak
    • Dzikir dan Do’a
    • Fatwa – Fatwa
  • Kirim Pertanyaan
  • Tentang
  • Video Dakwah
  • Live Streaming
No Result
View All Result
  • Home
  • Kategori
    • Aqidah
    • Manhaj
    • Fiqih
      • Shalat
      • Nikah
      • Thaharah
      • Puasa
      • Jual Beli
      • Puasa
      • Faroidh
    • Adab
    • Keluarga
      • Hak suami Istri
      • Pendidikan Anak
    • Dzikir dan Do’a
    • Fatwa – Fatwa
  • Kirim Pertanyaan
  • Tentang
  • Video Dakwah
  • Live Streaming
No Result
View All Result
Problematika Umat
No Result
View All Result
Home Aqidah

Catatan Kelam Sufisme dan Tarekat

Abu Ismail Rijal by Abu Ismail Rijal
20 Desember 2018
in Aqidah
0
Catatan Kelam Sufisme dan Tarekat
1
SHARES
5
VIEWS
Share WhatsappShare on TwitterShare on EmailShare Line

Soal :

Bagaimana hukumnya berthoriqoh (tarekat) ?? Di tempat saya saat ini banyak anak  muda yang ikut thoriqoh. 

Jawab:

Berbicara mengenai tarekat tidak bisa lepas dari pembicaraan tentang sufi. Tarekat (thoriqoh) adalah salah satu ajaran tasawwuf (sufi).

Shufiyah (sufisme) tidak pernah dikenal pada masa salaf. Tidak ada di zaman Rosululloh shollallohu’alaihi wasallam dan para shahabatnya, tidak pula dikenal pada masa tabi’in, dan tabi’it tabi’in. Ajaran tasawwuf, baru muncul setelah berlalunya masa tiga generasi utama.

Syeikhul Islam rohimahulloh menyebutkan bahwa awal mula munculnya shufiyah adalah di Bashrah, Irak. (Majmu Fatawa, (11/5))

Asy-Syaikh Muqbil Al Wadi’i berkata: “Bid’ah tasawuf muncul setelah tahun 200 H. Tasawuf tidak ada di zaman Nabi shollallohu ‘alaihi wasallam, di zaman sahabat maupun tabi’in.” (Mushara’ah hal. 376)

Sebagai ajaran yang baru dalam agama ini, tasawwuf atau shufiyah membawa berbagai macam penyimpangan-penyimpangan diantarnya:

1. Shufiyah terpecah menjadi kelompok-kelompok atau tarekat-tarekat).

Diantara nama tarekat yang terkenal adalah: Tijaniyah, Qadiriyah, Naqsyabandiyah, Syadziliyah, Rifaiyah, Syahrawardiyyah, Jistiyyah dan lainnya.

Tarekat-tatekat sufi Bukan hanya berbeda nama, namun keyakinan dan amaliyah masing masing tarekat berbeda-beda sesuai dengan olah pikir dan hawa nafsu setiap penganutnya.

Demikianlah mereka kaum shufi berpecah-belah, padahal Islam melarang perpecahan dan hanya mengenal satu jalan saja, yaitu shirothol Mustaqim. Jalan Rosululloh shollallohu’alaihi wasallam dan para shahabat belaiu.

2- Sebagian shufiyah berdoa kepada selain Allah. Mereka berdoa kepada nabi dan wali mereka yang masih hidup maupun yang telah mati. Mereka panggil wali wali mereka yang sudah mati di saat sempit: “Wahai sayyid Badawi, Wahai sayyid rifa’i, wahai sayyid idrus, wahai syaeikh abdul qodir jailani, bantu kami. “Padahal doa adalah salah satu jenis ibadah, yang merupakan hak Alloh Ta’ala. Rasulullah shollallohi’ala bersabda:

الدُّعَاءُ هُوَ الْعِبَادَةُ

“Doa adalah ibadah.”

3- Shufiyah meyakini adanya badal dan quthub, yakni orang-orang yang mereka yakini sebagai wali dan diyakini ikut andil mengatur alam. Ini bagian dari Syirik dalam rububiyyah. Alloh adalah satu satunya pencipta, pengatur dan pemberi rizki, tidak ada yang lain sebagaimana dalam firman Alloh yang maknanya:

Katakanlah: “Siapakah yang memberi rezeki kepadamu dari langit dan bumi, atau siapakah yang kuasa (menciptakan) pendengaran dan penglihatan, serta siapakah yang mengeluarkan yang hidup dari yang mati serta mengeluarkan yang mati dari yang hidup dan siapakah yang mengatur segala urusan?” Maka mereka akan menjawab: “Allah.” Maka katakanlah, “Mengapa kamu tidak bertakwa kepada-Nya)?” (Yunus: 31)

4. Sebagian shufiyah meyakini wihdatul wujud (manunggaling kawula gusti). Menurut mereka, tidak ada Khalik dan makhluk (Pencipta dan yang dicipta), semuanya adalah makhluk dan semuanya adalah ilah.

5. Shufiyah membolehkan berjoget, bernyanyi sambil menabuh rebana dan berdzikir dengan suara keras. Padahal Allah memeeintahkan kita untuk berdoa dengan merendahkan suara kita dan berdzikir sesuai tuntunan Rosul bukan dengan tarian dan musik.

Asy-Syaikh Muqbil  menerangkan, “Ibnul Qayyim  pernah menerangkan bahwa beliau pernah melihat orang-orang shufiyah berjoget di Arafah. Beliau melihat mereka berjoget diiringi rebana. Juga melihat mereka berjoget di Masjid Khaif.” (Mushara’ah hal. 388 secara ringkas)

Asy-Syaikh Muqbil  juga mengatakan: “Pernah satu hari aku naik ke Masjidil Haram bagian atas. Aku dapati sekelompok besar manusia dari Turki, Sudan, dan Yaman, mereka berjoget sambil berputar-putar2….” (Musharaah hal. 387)

6- Kaum shufi membuat dzikir dzikir bid’ah yang tidak dilakulan siapapun dari generasibterbaik. diantaranya mereka berdzikir dengan semata menyebut lafadz: اللهُ. Sebagian mereka hanya menyebut lafadz hu. Padahal Rasulullah n menyatakan:

أَفْضَلُ الذِّكْرِ لَا إِلَهَ إِلَّا اللهُ

“Dzikir yang paling utama adalah ucapan La ilaha illallah…” (HR. At-Tirmidzi)

7. Sebagian Shufiyah mengklaim mengetahui ilmu ghaib, yang mereka istilahkan dengan ilmu laduni atau kasysyaf. padahal pengetahuan ilmu ghaib adalah kekhususan Allah . Allah lberfirman yang maknanya:

Katakanlah: “Tidak ada seorang pun di langit dan di bumi yang mengetahui perkara yang ghaib, kecuali Allah.” (An-Naml: 65)

8. Shufiyah mengklaim bahwa Allah  menciptakan Nabi Muhammad  dari cahaya-Nya, kemudian Allah menciptakan segala sesuatu dari cahaya Nabi Muhammad Namun Al-Qur’an mendustakan mereka.

9- Mereka membagi manusia menjadi tiga tingkatan, syareat, makrifat dan hakekat. Pada tingkatan hakekat seaeorang tidak lagi terikat dengan syareat. Tidak lagi terikat dengan halal dan harom. Bebas berbuat.

Sekilas catatan di atas menunjukkan betapa jauh dan sesatnya shufiyyah dengan berbagai tarekat yang ada di dalamnya. Allohu a’lam.

 

Tags: dzikir bid'ahmanakibmanakibanshufisufisufismetarekat
Previous Post

Ampunan Alloh bagi Yang Memudahkan Hutang

Next Post

Kecanduan Maksiat

Related Posts

Adam Diciptakan dari Berbagai Jenis Tanah
Aqidah

Adam Diciptakan dari Berbagai Jenis Tanah

13 Januari 2024
Mengucapkan Selamat Natal
Aqidah

Mengucapkan Selamat Natal

25 Desember 2023
Memelihara Anjing Penjaga Rumah
Aqidah

Memelihara Anjing Penjaga Rumah

24 Desember 2023
Gerhana Matahari Tanda Lahirnya Imam Mahdi?
Aqidah

Gerhana Matahari Tanda Lahirnya Imam Mahdi?

21 April 2023
Zam Zam, Air Mubarak
Aqidah

Zam Zam, Air Mubarak

23 Agustus 2022
Kajian Khusus 10 Awal Dzulhijjah 1442 H  – Sudah Sesuaikah Aqidah Kita dengan Rasuulullah ﷺ ?
Aqidah

Kajian Khusus 10 Awal Dzulhijjah 1442 H – Sudah Sesuaikah Aqidah Kita dengan Rasuulullah ﷺ ?

11 Juli 2021
Next Post
Kecanduan Maksiat

Kecanduan Maksiat

Pos-pos Terbaru

  • Dalil Pentingnya Belajar Tafsir Al-Quran
  • Enggan Sahur Karena Kuat dan sedang Diet
  • Banyak Tidur Saat Puasa Ramadhan
  • Keutamaan Meninggal Hari Jumat?
  • Shalat Syuruq dan Pahala Haji

Artikel Populer

  • Obat Virus Corona

    Obat Virus Corona

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Menyingkap Rahasia Manakib Syeikh Abdul Qodir Jaelani

    3 shares
    Share 1 Tweet 1
  • Mengubur Janin Berusia 2 Bulan

    8 shares
    Share 3 Tweet 2
  • Masa Iddah Wanita Ditinggal Mati Suami

    1 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Berita Walisongo Dalam Timbangan Ahlul Hadits

    4 shares
    Share 2 Tweet 1
  • Home
  • Kirim Pertanyaan
  • Tentang
  • Website Islami
  • Live Streaming

© 2019 Problematika Umat.

No Result
View All Result
  • Home
  • Kategori
    • Aqidah
    • Manhaj
    • Fiqih
      • Shalat
      • Nikah
      • Thaharah
      • Puasa
      • Jual Beli
      • Puasa
      • Faroidh
    • Adab
    • Keluarga
      • Hak suami Istri
      • Pendidikan Anak
    • Dzikir dan Do’a
    • Fatwa – Fatwa
  • Kirim Pertanyaan
  • Tentang
  • Video Dakwah
  • Live Streaming

© 2019 Problematika Umat.