• Home
  • Kirim Pertanyaan
  • Tentang
  • Website Islami
  • Live Streaming
Senin, 23 Februari 2026
Problematika Umat
  • Home
  • Kategori
    • Aqidah
    • Manhaj
    • Fiqih
      • Shalat
      • Nikah
      • Thaharah
      • Puasa
      • Jual Beli
      • Puasa
      • Faroidh
    • Adab
    • Keluarga
      • Hak suami Istri
      • Pendidikan Anak
    • Dzikir dan Do’a
    • Fatwa – Fatwa
  • Kirim Pertanyaan
  • Tentang
  • Video Dakwah
  • Live Streaming
No Result
View All Result
  • Home
  • Kategori
    • Aqidah
    • Manhaj
    • Fiqih
      • Shalat
      • Nikah
      • Thaharah
      • Puasa
      • Jual Beli
      • Puasa
      • Faroidh
    • Adab
    • Keluarga
      • Hak suami Istri
      • Pendidikan Anak
    • Dzikir dan Do’a
    • Fatwa – Fatwa
  • Kirim Pertanyaan
  • Tentang
  • Video Dakwah
  • Live Streaming
No Result
View All Result
Problematika Umat
No Result
View All Result
Home Fiqih Puasa

Apakah Siwak Makruh Setelah Zawal bagi Orang yang Berpuasa?

Abu Ismail Rijal by Abu Ismail Rijal
23 Februari 2026
in Puasa
0
Apakah Siwak Makruh Setelah Zawal bagi Orang yang Berpuasa?
0
SHARES
0
VIEWS
Share WhatsappShare on TwitterShare on EmailShare Line

Pertanyaan:

Benarkah orang yang berpuasa dimakruhkan bersiwak setelah zawal (masuk waktu Zuhur), dengan alasan agar bau mulut orang yang berpuasa tidak hilang, karena dalam hadits disebutkan bahwa bau mulut orang yang berpuasa lebih harum di sisi Allah daripada bau minyak kasturi?

Jawaban

Dalam Masalah ini memang ada perbedaan pendapat dikalangan para ulama.

Pendapat Pertama: Makruh Bersiwak Setelah Zawal

Sebagian ulama berpendapat bahwa bersiwak setelah zawal bagi orang yang berpuasa adalah makruh.
Mereka berdalil dengan hadits Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, bahwa Rasulullah ﷺ bersabda:


لَخُلُوفُ فَمِ الصَّائِمِ أَطْيَبُ عِندَ اللَّهِ مِنْ رِيحِ الْمِسْكِ

“Sungguh bau mulut orang yang berpuasa lebih harum di sisi Allah daripada bau minyak kasturi.” (HR. Muslim)

Menurut pendapat ini, siwak setelah zawal dapat menghilangkan bau mulut tersebut, padahal bau tersebut disisi Allah lebih wangi dari misik.

Pendapat Kedua: Siwak Disunnahkan Kapan Saja, Termasuk Setelah Zawal

Pendapat inilah yang lebih rajih, insya Allah. Pendapat yang menyatakan bahwa siwak tetap disunnahkan secara mutlak, baik sebelum maupun sesudah zawal, baik bagi orang yang berpuasa maupun tidak.

Hal ini didasarkan pada hadits-hadits Nabi ﷺ yang bersifat mutlak yakni tidak dibatasi waktu. Di antaranya sabda Rasulullah ﷺ:


لَوْلَا أَنْ أَشُقَّ عَلَى أُمَّتِي لَأَمَرْتُهُمْ بِالسِّوَاكِ عِنْدَ كُلِّ صَلَاةٍ

“Seandainya tidak memberatkan umatku, niscaya aku perintahkan mereka bersiwak setiap hendak shalat.” (Muttafaq’alaihi)

Dalam hadits ini tidak ada pengecualian atau pembatasan bagi orang yang berpuasa, dan tidak pula dibedakan antara sebelum atau sesudah zawal, baik shalat subuh atau, dhuhur dan ashar.

Kemudian perlu diingat pula bahwa bau mulut orang yang berpuasa bukan berasal dari gigi atau mulut, melainkan dari perut yang kosong akibat puasa.


Karena itu, siwak tidak menghilangkan “khalūf” (bau khas puasa) yang dimaksud dalam hadits.
Siwak hanya membersihkan mulut, gigi, dan lidah, serta merupakan ibadah dan sarana menjaga kebersihan yang dicintai Allah.
Dengan demikian, tidak ada pertentangan antara hadits keutamaan bau mulut orang yang berpuasa dan hadits-hadits anjuran bersiwak. Allahu ta’ala a’lam bishshawab.

Tags: Adab puasaSiwakZawal
Previous Post

MENGINGAT KEMATIAN DI BULAN RAMADHAN

Related Posts

MENGINGAT KEMATIAN DI BULAN RAMADHAN
Puasa

MENGINGAT KEMATIAN DI BULAN RAMADHAN

22 Februari 2026
JADWAL IMSAKIYAH: BENARKAH TIDAK BOLEH MAKAN SAHUR SETELAH IMSAK?
Puasa

JADWAL IMSAKIYAH: BENARKAH TIDAK BOLEH MAKAN SAHUR SETELAH IMSAK?

21 Februari 2026
RAMADHAN: TIDAK BOLEH ADA OLAHRAGA DAN PERMAINAN?
Puasa

RAMADHAN: TIDAK BOLEH ADA OLAHRAGA DAN PERMAINAN?

20 Februari 2026
PERBAIKI NIAT DAN PERBANYAK DZIKIR DI BULAN RAMADHAN
Puasa

PERBAIKI NIAT DAN PERBANYAK DZIKIR DI BULAN RAMADHAN

18 Februari 2026
SETAN DIBELENGGU DI BULAN RAMADHAN, KENAPA KEJAHATAN MASIH ADA?
Puasa

SETAN DIBELENGGU DI BULAN RAMADHAN, KENAPA KEJAHATAN MASIH ADA?

15 Februari 2026
Enggan Sahur Karena Kuat dan sedang Diet
Puasa

Enggan Sahur Karena Kuat dan sedang Diet

12 Maret 2024

Pos-pos Terbaru

  • Apakah Siwak Makruh Setelah Zawal bagi Orang yang Berpuasa?
  • MENGINGAT KEMATIAN DI BULAN RAMADHAN
  • JADWAL IMSAKIYAH: BENARKAH TIDAK BOLEH MAKAN SAHUR SETELAH IMSAK?
  • RAMADHAN: TIDAK BOLEH ADA OLAHRAGA DAN PERMAINAN?
  • PERBAIKI NIAT DAN PERBANYAK DZIKIR DI BULAN RAMADHAN

Artikel Populer

  • Obat Virus Corona

    Obat Virus Corona

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Menyingkap Rahasia Manakib Syeikh Abdul Qodir Jaelani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Mengubur Janin Berusia 2 Bulan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Berita Walisongo Dalam Timbangan Ahlul Hadits

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Masa Iddah Wanita Ditinggal Mati Suami

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Home
  • Kirim Pertanyaan
  • Tentang
  • Website Islami
  • Live Streaming

© 2019 Problematika Umat.

No Result
View All Result
  • Home
  • Kategori
    • Aqidah
    • Manhaj
    • Fiqih
      • Shalat
      • Nikah
      • Thaharah
      • Puasa
      • Jual Beli
      • Puasa
      • Faroidh
    • Adab
    • Keluarga
      • Hak suami Istri
      • Pendidikan Anak
    • Dzikir dan Do’a
    • Fatwa – Fatwa
  • Kirim Pertanyaan
  • Tentang
  • Video Dakwah
  • Live Streaming

© 2019 Problematika Umat.