• Home
  • Kirim Pertanyaan
  • Tentang
  • Website Islami
  • Live Streaming
Sabtu, 19 Oktober 2024
Problematika Umat
  • Home
  • Kategori
    • Aqidah
    • Manhaj
    • Fiqih
      • Shalat
      • Nikah
      • Thaharah
      • Puasa
      • Jual Beli
      • Puasa
      • Faroidh
    • Adab
    • Keluarga
      • Hak suami Istri
      • Pendidikan Anak
    • Dzikir dan Do’a
    • Fatwa – Fatwa
  • Kirim Pertanyaan
  • Tentang
  • Video Dakwah
  • Live Streaming
No Result
View All Result
  • Home
  • Kategori
    • Aqidah
    • Manhaj
    • Fiqih
      • Shalat
      • Nikah
      • Thaharah
      • Puasa
      • Jual Beli
      • Puasa
      • Faroidh
    • Adab
    • Keluarga
      • Hak suami Istri
      • Pendidikan Anak
    • Dzikir dan Do’a
    • Fatwa – Fatwa
  • Kirim Pertanyaan
  • Tentang
  • Video Dakwah
  • Live Streaming
No Result
View All Result
Problematika Umat
No Result
View All Result
Home Adab

Jamu Tamu, Seadanya Atau Dipaksa-paksakan ?

Admin by Admin
29 Oktober 2018
in Adab, Keluarga
4
Jamu Tamu, Seadanya Atau Dipaksa-paksakan ?
0
SHARES
1
VIEWS
Share WhatsappShare on TwitterShare on EmailShare Line

Soal:

Ketika datang tamu, terlebih kerabat dekat, haruskah kita memaksakan diri untuk mmberikan jamuan semewah mungkin  sebagai bentuk penghormatan, padahal keadaan kita tidak mampu atau pas-pasan ?

Jawab:

Diantara kasih sayang Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam kepada umatnya, beliau melarang seseorang untuk melakukan perbuatan diluar kemampuan yakni takalluf sebagaimana dalam sebuah hadits:

عَنْ أَنَسٍ قَالَ كُنَّا عِنْدَ عُمَرَ فَقَالَ نُهِينَا عَنْ التَّكَلُّفِ

Dari Anas Radhiyallahu ‘anhu, ia berkata: Kami pernah bersama ‘Umar Radhiyallahu ‘anhu , ia berkata: “Kami dilarang dari perbuatan yang memaksakan diri”. (HR Al-Bukhori, no. 6749). 

Hadits diatas adalah larangan umum dari perbuatan memaksakan diri.

Bahkan secara khusus Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam telah melarang takalluf dalam menjamu tamu. Beliau Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

لاَيَتَكّلَّفَنَّ أَحَدٌ لِضَيْفِهِ مَا لاَ يَقْدِرُ عَلَيْهِ

“Janganlah seseorang memaksakan diri (untuk melayani) tamunya dengan sesuatu yang tidak ia sanggupi”. [Riwayat Abu Nu’aim, Al-Khathiib dan Ad-Dailami. Lihat ash-Shahîhah, no. 2440)]

Dari hadits ini hendaknya tuan rumah saat datangnya tamu memberikan perlakuan istimewa kepada tamunya sebagai bentuk penghormatan, namun tidak melampaui batas, tidak takalluf dengan memaksakan sesuatu yang diluar kemampuannya.

Imam Abu Abdillah  al-Hâkim An-Naisaburi  meriwayatkan dari Al-A’masy dari Syaqîq, ia berkata: Saya dan temanku mendatangi Salman  Al-Farisi Radhiyallahu ‘anhu, kemudian ia menyuguhkan roti dan garam kepada kami sembari berkata :

لَولاَ أَنَّ رَسُولَ اللهِ صَلّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ نَهَانَا عَنِ التَّكَلُّفِ لََتَكّلْفتُ لَكُمْ

“Seandainya Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam tidak melarang kami untuk berbuat takalluf (berupaya diluar kemampuan), niscaya saya akan mengusahakannya”. 

Kemudian berkata Al-Hakim: “Hadits ini Shohih isnadnya tetapi Al-Bukhori dan Muslim tidak mengeluarkan hadits ini.” Imam Adz-Dzahabi menyetujuinya. Hadits ini dishohihkan Al-Albani dalam Ash-Shahihah no. 2392. Allohua’lam

Previous Post

Bayi Laki-laki atau Perempuan Yang digundul ketika Aqiqoh ?

Next Post

Qunut Witir Sunnah Yang Terlupakan

Related Posts

Haji Sebelum Nikah Tidak Sah?
Keluarga

Haji Sebelum Nikah Tidak Sah?

24 Desember 2023
Wajib Basmalah Saat Menarik Pelatuk
Keluarga

Wajib Basmalah Saat Menarik Pelatuk

09 Mei 2023
Bingkisan Iedul Fitri
'Ied

Bingkisan Iedul Fitri

22 April 2023
Keutamaan Meninggal Di Bulan Ramadhan?
Keluarga

Keutamaan Meninggal Di Bulan Ramadhan?

17 April 2023
Audio Dauroh Online Adab Ketika Sakit – Ustadz Muhammad Rijal Lc
Adab

Audio Dauroh Online Adab Ketika Sakit – Ustadz Muhammad Rijal Lc

09 Februari 2021
DAUROH ONLINE 2 Hari (Adab Ketika Sakit)
Keluarga

DAUROH ONLINE 2 Hari (Adab Ketika Sakit)

05 Februari 2021
Next Post
Qunut Witir Sunnah Yang Terlupakan

Qunut Witir Sunnah Yang Terlupakan

Comments 4

  1. Ping-balik: Jamu Tamu, Seadanya Atau Dipaksa-paksakan ?… | DIREKTORI FAEDAH ILMIYAH | TUK PARA PENCINTA SUNNAH
  2. Ping-balik: menJamu Tamu, Seadanya Atau Dipaksa-paksakan ?……Al-Ustadz Abu Ismail Muhammad Rijal Hafidzahullah | DIREKTORI FAEDAH ILMIYAH | TUK PARA PENCINTA SUNNAH
  3. Ping-balik: menJamu Tamu, Seadanya Atau Dipaksa-paksakan ?…Ketika datang tamu, terlebih kerabat dekat, haruskah kita memaksakan diri untuk mmberikan jamuan semewah mungkin sebagai bentuk penghormatan, padahal keadaan kita tidak mampu atau pas-pasan ? Jawab: Dia
  4. Ping-balik: adab – akhlaq – Jamu (menjamu hidangan kepada:) Tamu, Seadanya Atau Dipaksa-paksakan ? – Al-ustadz Abu Ismail Muhammad Rijal Hafidzahullah – problematika umat | DIREKTORI FAEDAH ILMIYAH | TUK PARA PENCINTA SUNNAH

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Pos-pos Terbaru

  • Dalil Pentingnya Belajar Tafsir Al-Quran
  • Enggan Sahur Karena Kuat dan sedang Diet
  • Banyak Tidur Saat Puasa Ramadhan
  • Keutamaan Meninggal Hari Jumat?
  • Shalat Syuruq dan Pahala Haji

Artikel Populer

  • Obat Virus Corona

    Obat Virus Corona

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Menyingkap Rahasia Manakib Syeikh Abdul Qodir Jaelani

    2 shares
    Share 1 Tweet 1
  • Mengubur Janin Berusia 2 Bulan

    8 shares
    Share 3 Tweet 2
  • Masa Iddah Wanita Ditinggal Mati Suami

    1 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Berita Walisongo Dalam Timbangan Ahlul Hadits

    4 shares
    Share 2 Tweet 1
  • Home
  • Kirim Pertanyaan
  • Tentang
  • Website Islami
  • Live Streaming

© 2019 Problematika Umat.

No Result
View All Result
  • Home
  • Kategori
    • Aqidah
    • Manhaj
    • Fiqih
      • Shalat
      • Nikah
      • Thaharah
      • Puasa
      • Jual Beli
      • Puasa
      • Faroidh
    • Adab
    • Keluarga
      • Hak suami Istri
      • Pendidikan Anak
    • Dzikir dan Do’a
    • Fatwa – Fatwa
  • Kirim Pertanyaan
  • Tentang
  • Video Dakwah
  • Live Streaming

© 2019 Problematika Umat.