• Home
  • Kirim Pertanyaan
  • Tentang
  • Website Islami
  • Live Streaming
Minggu, 20 Oktober 2024
Problematika Umat
  • Home
  • Kategori
    • Aqidah
    • Manhaj
    • Fiqih
      • Shalat
      • Nikah
      • Thaharah
      • Puasa
      • Jual Beli
      • Puasa
      • Faroidh
    • Adab
    • Keluarga
      • Hak suami Istri
      • Pendidikan Anak
    • Dzikir dan Do’a
    • Fatwa – Fatwa
  • Kirim Pertanyaan
  • Tentang
  • Video Dakwah
  • Live Streaming
No Result
View All Result
  • Home
  • Kategori
    • Aqidah
    • Manhaj
    • Fiqih
      • Shalat
      • Nikah
      • Thaharah
      • Puasa
      • Jual Beli
      • Puasa
      • Faroidh
    • Adab
    • Keluarga
      • Hak suami Istri
      • Pendidikan Anak
    • Dzikir dan Do’a
    • Fatwa – Fatwa
  • Kirim Pertanyaan
  • Tentang
  • Video Dakwah
  • Live Streaming
No Result
View All Result
Problematika Umat
No Result
View All Result
Home Hadits

Siapa Mukhodhrom dan Apa Hukum Riwayatnya?

Abu Ismail Rijal by Abu Ismail Rijal
28 Januari 2020
in Hadits
0
Siapa Mukhodhrom dan Apa Hukum Riwayatnya?
0
SHARES
0
VIEWS
Share WhatsappShare on TwitterShare on EmailShare Line

Siapa Mukhodhrom dan Apa Hukum Riwayatnya?

Pertanyaan:

Diantara para periwayat hadits ada orang-orang yang disebut sebagai Mukhodhrom. Siapakah Mukhodhrom itu ? Dan bagaimana hukum riwayatnya dari Nabi shollallohu’alaihi wasallam ?

Jawab:

Mukhodhrom adalah mereka yang hidup di zaman nabi dan beriman kepada beliau, namun belum sempat berjumpa dengan Beliau shollallohu’alaihi wasallam. Sehingga mereka bukanlah shahabat namun tergolong para pemuka tabiin (Tabiin Kibar).

Diantara mereka adalah Raja Najasyi yang meninggal di Habasyah dan disholati Rosululloh shollallohu’alaihi wasallam dengan shalat ghaib. Najasyi hidup di zaman Nabi dan beriman, bahkan berjumpa dengan shahabat-sahabat Nabi, namun belum dimudahkan berjumpa dengan Rosululloh shollallohu’alaihi wasallam.

Contoh lain dari Tabiin Mukhodhrom adalah Abu Muslim al-Khaulani; Abdullah bin Tsaub Beliau masuk Islam pada masa Nabi Muhammad shalallahu’alaihi wasallam dan baru mendatangi kota Madinah di masa kekhilifahan Abu Bakar ash-Shiddiq

HUKUM RIWAYAT MUKHODHROM DARI ROSUL

Apabila ada seorang Mukhodhrom meriwayatkan hadits dari nabi Shollallohu’alaihi wasallam maka riwayatnya tergolong Mursal (terputus).

Diantara contoh riwayat mereka adalah sebuah hadits yang diriwayatkan At tirmidzi dalam Kitab Asy Syamaill Muhammadiyah melalui jalan Hasan Al Bashri dari Daghfal bin Handzolah, berkata At-Tirmidzi

عن دغفل بن حنظلۃ ان النبي صلی ﷲ عليه و سلم قبض و هو ابن خمس و ستين سنۃ

Dari Daghfal bin Handzolah meriwayatkan bahwa Nabi shollallohu’alaihi wasallam meninggal ketika berumur enam puluh lima tahun.

Hadits ini lemah, terputus sanadnya antara Daghfal dan Rosululloh shollallohu’alaihi wasallam, karena Daghfal bukan shahabat, namun seorang tabiin mukhodhrom.

Daghfal, diperselisihkan tentang statusnya sebagai “shahabat”, apakah beliau berjumpa dengan nabi atau tidak?

Berkata Al Atsram : Saya bertanya kepada imam Ahmad, Apakah dia (Daghfal) adalah shahabat ? Berkata Ahmad: Bukan ! Dari arah mana dia menjadi shahabat ?(Tahdzibut Tahdzib)

Berkata Abu Isa at Tirmidzi: “Dan Daghfal, kami tidak mengetahuinya mendengar hadits nabi shollallohu alaihi wasallam, dia seorang yg hidup di zaman nabi.. (Syamaill Muhammadiyah). Allohua’lam.

Tags: MukhodhromMursalNajasyisholat ghoibTabiin
Previous Post

Catatan Terhadap Artikel Obat Virus Corona

Next Post

Menggabungkan Sunnah Wudhu dan Tahyatul Masjid

Related Posts

Di Balik Kitab Tarikh Baghdad
Hadits

Di Balik Kitab Tarikh Baghdad

07 Mei 2020
Tarikh Kabir ditulis Al Bukhari Sebelum Shahih
Hadits

Tarikh Kabir ditulis Al Bukhari Sebelum Shahih

21 April 2020
Mushonnaf Ibnu Abi Syaibah, Ensiklopedi Atsar Salaf
Hadits

Mushonnaf Ibnu Abi Syaibah, Ensiklopedi Atsar Salaf

16 April 2020
Mengenal Kitab Syamail Muhammadiyah
Hadits

Mengenal Kitab Syamail Muhammadiyah

12 April 2020
Sunan Ad-Darimi Peninggalan Ulama Samarqand
Hadits

Sunan Ad-Darimi Peninggalan Ulama Samarqand

02 April 2020
Hadist Hadist Lemah dan Palsu tentang Syaban
Hadits

Hadist Hadist Lemah dan Palsu tentang Syaban

01 April 2020
Next Post

Menggabungkan Sunnah Wudhu dan Tahyatul Masjid

Pos-pos Terbaru

  • Dalil Pentingnya Belajar Tafsir Al-Quran
  • Enggan Sahur Karena Kuat dan sedang Diet
  • Banyak Tidur Saat Puasa Ramadhan
  • Keutamaan Meninggal Hari Jumat?
  • Shalat Syuruq dan Pahala Haji

Artikel Populer

  • Obat Virus Corona

    Obat Virus Corona

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Menyingkap Rahasia Manakib Syeikh Abdul Qodir Jaelani

    2 shares
    Share 1 Tweet 1
  • Mengubur Janin Berusia 2 Bulan

    8 shares
    Share 3 Tweet 2
  • Masa Iddah Wanita Ditinggal Mati Suami

    1 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Berita Walisongo Dalam Timbangan Ahlul Hadits

    4 shares
    Share 2 Tweet 1
  • Home
  • Kirim Pertanyaan
  • Tentang
  • Website Islami
  • Live Streaming

© 2019 Problematika Umat.

No Result
View All Result
  • Home
  • Kategori
    • Aqidah
    • Manhaj
    • Fiqih
      • Shalat
      • Nikah
      • Thaharah
      • Puasa
      • Jual Beli
      • Puasa
      • Faroidh
    • Adab
    • Keluarga
      • Hak suami Istri
      • Pendidikan Anak
    • Dzikir dan Do’a
    • Fatwa – Fatwa
  • Kirim Pertanyaan
  • Tentang
  • Video Dakwah
  • Live Streaming

© 2019 Problematika Umat.