• Home
  • Kirim Pertanyaan
  • Tentang
  • Website Islami
  • Live Streaming
Sabtu, 19 Oktober 2024
Problematika Umat
  • Home
  • Kategori
    • Aqidah
    • Manhaj
    • Fiqih
      • Shalat
      • Nikah
      • Thaharah
      • Puasa
      • Jual Beli
      • Puasa
      • Faroidh
    • Adab
    • Keluarga
      • Hak suami Istri
      • Pendidikan Anak
    • Dzikir dan Do’a
    • Fatwa – Fatwa
  • Kirim Pertanyaan
  • Tentang
  • Video Dakwah
  • Live Streaming
No Result
View All Result
  • Home
  • Kategori
    • Aqidah
    • Manhaj
    • Fiqih
      • Shalat
      • Nikah
      • Thaharah
      • Puasa
      • Jual Beli
      • Puasa
      • Faroidh
    • Adab
    • Keluarga
      • Hak suami Istri
      • Pendidikan Anak
    • Dzikir dan Do’a
    • Fatwa – Fatwa
  • Kirim Pertanyaan
  • Tentang
  • Video Dakwah
  • Live Streaming
No Result
View All Result
Problematika Umat
No Result
View All Result
Home Adab

Mimpi Bertemu Nabi Mengajari Wirid

Abu Ismail Rijal by Abu Ismail Rijal
02 Februari 2020
in Adab
0
Mimpi Bertemu Nabi Mengajari Wirid
1
SHARES
2
VIEWS
Share WhatsappShare on TwitterShare on EmailShare Line

Mimpi bertemu nabi shollallohu’alaihi wasallam

Pertanyaan:

Disebutkan dalam hadits Rasulullah Shollallohu’alaihi wasallam:

مَنْ رَآنِيْ فِي الْمَنَامِ فَقَدْ رَآنِي فَإِنَّ الشَّيْطَانَ لاَ يَتَمَثَّلُ بِيْ

“Siapa yang melihatku dalam mimpi maka sungguh ia benar-benar telah melihatku karena setan tidak bisa menyerupaiku.” (Muttafaqun’alaihi)

Sebagian orang mengaku bahwa Nabi shollallohu’alaihi wasallam mendatanginya dalam mimpi dan memberinya wirid (bacaan-bacaan) yang harus diulangnya sekian kali.

Yakni, dia diminta mengucapkan wirid tersebut dalam rangka ibadah dan agar dia memberitahukannya kepada orang lain. Tentu pengakuan seperti ini bertentangan dengan ayat yang mulia (yang maknanya): “Pada hari ini telah Ku-sempurnakan untuk kalian agama kalian, telah Ku-cukupkan kepada kalian nikmat-Ku, dan telah Ku-ridhai Islam itu menjadi agama kalian.” (QS. al-Maidah: 3)

Apakah pengakuan orang seperti itu benar atau dusta?

Jawab:

“Melihat Nabi shollallohu’alaihi wasallam dalam mimpi sesungguhnya perkara yang bisa terjadi karena hadits yang memberitakan tentang hal tersebut sahih.

Akan tetapi, hal itu bisa terjadi pada orang yang mengenali Rasulullah shollallohu’alaihi wasallam. Jika saat terjaga orang itu mengetahui dan mengenal sifat-sifat/ciri-ciri beliau, setan tidak mungkin bisa menyerupai ciri-ciri dan kepribadian beliau. Siapa yang kenal beliau dengan sebenar-benarnya dan bisa dengan tepat membedakan beliau dari yang lain, sungguh orang seperti ini benar melihat beliau dalam mimpi.

Adapun orang yang tidak mengenal ciri-ciri Rasulullah shalallahu’alaihi wasallam dan tidak bisa membedakan kepribadian beliau yang mulia (kemudian dia mengaku melihat Rasul dalam mimpinya), bisa jadi orang ini didatangi setan dalam tidurnya yang mengaku sebagai Rasulullah shollallohu’alaihi wasallam serta menyesatkannya dalam agamanya.
Dengan demikian, masalah mimpi melihat Rasul shollallohu’alaihi wasallam tidak berlaku secara mutlak. Orang bermimpi melihat Nabi mesti mimpi yang shadiqah/benar, jika memang ia kenal Nabi shollallohu’alaihi dan bisa membedakan beliau dari yang lain. Adapun orang yang tidak mengenal Nabi dan tidak mengetahui ciri-ciri beliau, tidak bisa pula membedakan ciri-ciri dan kepribadian beliau dari yang lain, berarti orang ini ditipu oleh setan. Setan bisa mendatanginya dan mengaku sebagai Rasulullah shollallohu’alaihi wasallam.

Dari sisi yang kedua, (Orang ini mengatakan bahwa) Rasul mengajarinya wirid dalam mimpi, maka sebagaimana kata penanya, ini adalah perkara batil karena penetapan syariat telah berakhir/selesai dengan wafatnya Nabi. Allah Ta’ala berfirman (yang maknanya):
“Pada hari ini telah Ku-sempurnakan untuk kalian agama kalian, telah Ku-cukupkan kepada kalian nikmat-Ku, dan telah Ku-ridhai Islam itu menjadi agama kalian.” (al-Maidah: 3)

Setelah wafat Rasulullah shollallohu’alaihi wasallam, tidak ada lagi pensyariatan sesuatu dan penambahan sesuatu terhadap ajaran yang beliau tinggalkan sebelum wafatnya, baik dalam bentuk wirid maupun selainnya. Maka dari itu, hendaknya hal ini menjadi perhatian.”

(Majmu’ Fatawa Fadhilatusy Syaikh Shalih al-Fauzan, 1/49—50)

Tags: Mimpi baiksifat nabiWirid
Previous Post

Mana Lebih Utama, Menuntut ilmu atau Kerja

Next Post

Puasa Awal Rajab

Related Posts

Audio Dauroh Online Adab Ketika Sakit – Ustadz Muhammad Rijal Lc
Adab

Audio Dauroh Online Adab Ketika Sakit – Ustadz Muhammad Rijal Lc

09 Februari 2021
Cukur Dari Bagian Kanan, Sunnah Yang Terlupa.
Adab

Cukur Dari Bagian Kanan, Sunnah Yang Terlupa.

09 Januari 2021
Setan Tertawa ?
Adab

Setan Tertawa ?

05 Januari 2021
Hukum Begadang Malam
Adab

Hukum Begadang Malam

04 Januari 2021
Padi Dicuri Burung Dinilai Shodaqoh?
Adab

Padi Dicuri Burung Dinilai Shodaqoh?

29 Desember 2020
Dipojokkan Ketika Memberi Nasehat
Adab

Dipojokkan Ketika Memberi Nasehat

02 Oktober 2020
Next Post
Puasa Awal Rajab

Puasa Awal Rajab

Pos-pos Terbaru

  • Dalil Pentingnya Belajar Tafsir Al-Quran
  • Enggan Sahur Karena Kuat dan sedang Diet
  • Banyak Tidur Saat Puasa Ramadhan
  • Keutamaan Meninggal Hari Jumat?
  • Shalat Syuruq dan Pahala Haji

Artikel Populer

  • Obat Virus Corona

    Obat Virus Corona

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Menyingkap Rahasia Manakib Syeikh Abdul Qodir Jaelani

    2 shares
    Share 1 Tweet 1
  • Mengubur Janin Berusia 2 Bulan

    8 shares
    Share 3 Tweet 2
  • Masa Iddah Wanita Ditinggal Mati Suami

    1 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Berita Walisongo Dalam Timbangan Ahlul Hadits

    4 shares
    Share 2 Tweet 1
  • Home
  • Kirim Pertanyaan
  • Tentang
  • Website Islami
  • Live Streaming

© 2019 Problematika Umat.

No Result
View All Result
  • Home
  • Kategori
    • Aqidah
    • Manhaj
    • Fiqih
      • Shalat
      • Nikah
      • Thaharah
      • Puasa
      • Jual Beli
      • Puasa
      • Faroidh
    • Adab
    • Keluarga
      • Hak suami Istri
      • Pendidikan Anak
    • Dzikir dan Do’a
    • Fatwa – Fatwa
  • Kirim Pertanyaan
  • Tentang
  • Video Dakwah
  • Live Streaming

© 2019 Problematika Umat.