Pertanyaan:
Di antara adab berdoa adalah tidak boleh ta‘addi (melampaui batas) dalam berdoa. Apa yang dimaksud dengan hal tersebut, dan apa saja contohnya?
Jawaban:
Yang dimaksud dengan ta‘addi (melampaui batas) dalam berdoa adalah melampaui adab dan ketentuan syariat ketika memohon kepada Allah ﷻ, baik dengan meminta sesuatu yang haram, mustahil, ataupun merinci perkara yang tidak semestinya dirinci.Allah Ta’ala berfirman:
ادْعُوا رَبَّكُمْ تَضَرُّعًا وَخُفْيَةً ۚ إِنَّهُ لَا يُحِبُّ الْمُعْتَدِينَ
“Berdoalah kepada Rabb kalian dengan penuh kerendahan hati dan suara yang lembut. Sesungguhnya Dia tidak menyukai orang-orang yang melampaui batas.”(QS. Al-A’raf: 55)
Para ulama menjelaskan bahwa bentuk ta‘addi dalam doa di antaranya adalah:
1️⃣ Meminta sesuatu yang haramSeperti memohon kepada Allah agar dijodohkan dengan seorang wanita yang jelas haram dinikahi, misalnya saudara sesusuan. Permintaan seperti ini bertentangan dengan hukum Allah.
2️⃣ Meminta sesuatu yang mustahil secara syar‘iContohnya meminta agar diutus seorang nabi setelah Nabi Muhammad ﷺ, padahal beliau adalah penutup para nabi. Atau meminta untuk dapat melihat Allah di dunia, padahal melihat Allah adalah kenikmatan yang Allah khususkan bagi kaum mukminin di akhirat.
3️⃣ Merinci perkara gaib secara berlebihanYaitu meminta detail tertentu tentang kenikmatan akhirat yang tidak disebutkan dalam nash.Dalam hal ini, diriwayatkan oleh Abu Dawud dalam Sunan-nya dari sahabat Abdullah bin Mughaffal radhiyallahu ‘anhu bahwa beliau pernah mendengar anaknya berdoa:
اللَّهُمَّ إِنِّي أَسْأَلُكَ الْقَصْرَ الْأَبْيَضَ عَنْ يَمِينِ الْجَنَّةِ إِذَا دَخَلْتُهَا
“Ya Allah, sesungguhnya aku memohon kepada-Mu istana putih di sisi kanan surga ketika aku memasukinya.”
Maka beliau menegurnya seraya berkata: “Wahai anakku, mintalah kepada Allah surga dan berlindunglah kepada-Nya dari neraka. Sesungguhnya aku mendengar Rasulullah ﷺ bersabda:‘Akan muncul pada umat ini suatu kaum yang melampaui batas dalam bersuci dan dalam berdoa.’”
Dalam atsar ini, shahabat Abdullah bin Mughaffal radhiyallahu ‘anhu mengingkari perincian yang tidak ada tuntunannya. Bukan karena meminta surga itu keliru, namun karena merinci dengan detail tertentu yang tidak ada dasarnya dalam syareat.
Diantara upaya agar kita selamat dari ta’addi (melampaui batas) dalam berdoa adalah mengutamakan doa-doa yang ma’tsur (shahih) dari Nabi ﷺ.
Doa doa beliau disamping penuh dengan kedalaman makna, doa beliau juga bersih dari ta’addi. Allahu ta’ala a’lam.







